30 December 2016, 21:42 WIB
Last Updated 2021-07-10T11:03:02Z
HeadlinePASARperistiwa

Pilot Mabok, Dirut Citilink Mundur

Advertisement
Maskapai penerbangan Citilink
(Foto: ANTARA/Zabur Karuru)
MEJAHIJAU.net, Jakarta - Direktur Utama Citilink Indonesia Albert Burhan dan Direktur Produksi Hadinoto Sudigno menyatakan mengundurkan diri, menyusul peristiwa diketahuinya ada seorang pilot dalam keadaan mabok saat betugas.

Para penumpang menolak diterbangkan pilot sang pilot yang diduga mabok, dalam penerbangan QG 800 jurusan Surabaya-Jakarta, Rabu, 28 Desember 2016.

"Dampak yang telah diberikan dari masalah ini kepada Citilink, secara personal, saya dan Pak Hadinoto Direktur Produksi merasa bertanggung jawab atas hal ini," kata Albert dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat Desember 2016.

Soal pengunduran diri ini telah disampaikan Albert dan Hadinoto secara lisan, dan segera secara resmi surat pengunduran akan disampaikan kepada Citilink, jelas Albert.

Seperti diketahui, sejumlah penumpang Citilnk dengan nomor penerbangan QG 800 menolak diterbangkan oleh sang pilot, yang dicurigai sedang dalam keadaan mabok. Hal itu diketahui penumpang dari suara dan pembicaraan pilot yang terdengar meracau dari pengeras suara seperti orang mabok.

Lalu para penumpang ramai-rami turun dari pesawat dan kembali ke ruang tunggu. Dan menyatakan tidak mau diterbangkan oleh pilot yang mabok.

Diperoleh keterangan pada saat itu bertugas adalah Kapten Capt Tekad Purna dengan Co-pilot (FO) Bayu Segara, sedangkan pramugari (Flight Attendant) adalah Rigke Mutya, Anggita Nur, Gunung D, dan Ling Radia.

Pemberangkatan yang seharusnya pukul 05.15 akhirnya baru lepas landas pada pukul 06.20 WIB setelah pilot diganti oleh pihak maskapai.

Pesawat yang digunakan adalah Airbus A320 dengan jumlah penumpang 152 dewasa, sembilan anak-anak dan dua bayi.

.viq