30 December 2016, 18:30 WIB
Last Updated 2017-01-23T07:19:33Z
PASAR

Tim Saber Pungli Diminta Terjun Ke Pasar Sandang Tegalgubug

Advertisement
Pasar Tegalgubug, Cirebon
(foto: republika.co.id)
MEJAHIJAU.net, Cirebon - Para pedagang sandang di pasar Tegalgubub, Arjawinangaun, bupaten Cirebon, meminta Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) segera turun ke pasar yang marak dengan pungli.

Pungli yang dikeluhkan para pedagang adalah dijualnya bahu jalan untuk para pedagang dengan harga Rp4  juta per lapak. Adapun ukuran lapak adalah 1,5 m2.

Selain itu, para pedagang di bahu jalan juga dikenakan pungutan Rp1 juta per tahun, yang jika tidak dibayarakan maka oleh oknum-oknum tertentu mereka dilarang berjualan.

"Jumlah lapak mencapai 1.000 lapak, bisa dibayangkan uang yang masuk," ujar salah seorang pedagang, Jumat 30 Desember 2016.

Desakan agar Tim Saber Pungli turun ke Pasar Tegalgubug juga datang dari LSM Gempita (Gerakan Masyarakat Peduli Tegagubug).  

"Para pedagang sudah sangat resah, bahu jalan dan trotoar di pantura diperjualbelikan oknum-oknum tertentu, sehingga menyebabkan kesemerawutan lalu lintas di area pasar," kata Ketua Gempita, Ali Fiksi.

Hal yang sangat disesalkan Ali adalah, uang masuk yang begitu besar tidak terlihat, dan tidak ada perbaikan pelayanan, baik untuk para pedagang maupun konsumen.

"Kami minta Tim Saber Pungli segera turun ke Pasar Tegalgubug," desak Ali.

Pasar Sandang Tegalgubung adalah pasar yang hanya buka pada hari Selasa dan Sabtu, dan disebut-sebut sebagai pasar sandang terbesar di Asia Tenggara. 

Pasar Sandang Tegalbugug pada awalnya adalah pasar desa dimana para pedagang menggelar daganganya di jalan desa, namun karena para pedagang semakin lama semakin banyak, maka pasar mengular hingga ke jalan raya Pantura. 

Hingga kemudian pasar dilokasir di pindah ke sisi Timur di pinggir jalan Pantura.

.tn