16 January 2017, 18:17 WIB
Last Updated 2017-01-16T11:17:32Z
POLISI

FPI Tuntut 3 Kapolda Dicopot

Advertisement
Aksi Massa FPI di Mabes Polri Tuntut Pencopotan tiga Kapolda
Senin (16/1) (Foto:Ist).
MEJAHIJAU.NET, Jakarta - Front Pembela Indonesia (FPI) mendesak Kapolri Jenderal Tito Karnavian mencopot tiga Kapolda yaitu, Kapolda Jabar,  Kapolda Metro Jaya dan Kapolda Kalbar, dalam aksi demo ribuan di Mabes Polri, Jalan Trunojaya, Jakarta Selatan, Senin 16 Januari 2017.

Aksi demo dipimpin langsung oleh Ketua Umum FPI, Habib Rizieq Shihab, yang dalam orasinya menyebut Kapolda Jabar Irjen Pol Anton Charliyan sebagai kapolda preman, dan menuding Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Moch Iriawan sebagai kapolda pengadu domba. 

Sedangkan tuntutan pencoptan Brigjen Musyafak, karena yang berangkutan membiarkan penghadangan dan pengusiran atas diri Wasekjen MUI, Tengku Zulkarnain oleh komunitas masyarakat adat Dayak, ketika Zulkarnain mendarat di bandara Susilo Sintang, Kalimantan Barat, pekan lalu.

"Kapolda Anton Charliyan adalah kapolda preman, dia telah melakukan pembiaran ketika ormas GMBI (Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia) menyerang FPI yang datang ke Bandung dengan damai. Da dia ternyata adalah pembina GMBI. Jadi, jelas Anton harus dicopot, dia tidak pantas menjabat sebagai Kapolda tapi perilakunya perilaku preman," kata Rizieq.

Rizieq juga mendesak Kapolri mencopot Irjen Pol Moch Iriawan dari jabatanya sebagai Kapolda Metro Jaya, karena yang bersangkutan pernah mengadu domba antara massa FPI dan HMI, ketika aksi 4 November 2016 lalu, dimana dalam aksi tersebut sempat terjadi bentrol antara massa FPI dan HMI.

"Kapolda Metro Jaya, tukang adu domba, kita minta dicopot," tegas Rizieq.

"Kapolda yang bersalah harus diproses. Kapolri tidak perlu rag-ragu mencopot Kapolda ngawur! Allahu Akbar! Takbir," teriak Habib Rizieq.

Aksi berlangsung aman di bawah pengawalan ketat sekitar 2.800 personil Polri. 

.ram