25 February 2017, 05:45 WIB
Last Updated 2017-02-24T22:45:51Z
TOKOH

Gus Mus: Jangan Seperti Iblis Merendahkan Adam, Kita merendahkan Sesama

Advertisement
MEJAHIJAU.NET, Jakarta - Mustasyar PBNU KH A Mustofa Bisri atau yang akrab disapa Gus Mus,  mengingatkan agar seluruh warga Indonesia saling menghormati antara sesama. Dia mengatakan semua manusia sama derajat dan kedudukannya dalam hal apapun.

Lewat akun Twitternya @gusmusgusmu Jumat 24 Februari 2017, Gus Mus memberi nasihat dan juga menyindir. 

"#TweetJumat: Orang yang merendahkan sesama makhluk Allah merasa dirinya lebih tinggi, seperti saat Iblis merendahkan Adam," cuit Gus Mus.

Gus Mus menilai banyak orang yang belum memahami arti berdakwah. Mereka sering menyamakan berdakwah dengan amar ma'ruf nahi mungkar, padahal keduanya sangat berbeda.

"Dakwah itu mengajak kebaikan, sementara amar ma'ruf artinya memerintah, nahi mungkar melarang. Kita harus bisa bedakan antara ajak, perintah, dan larangan," terang Gus Mus seperti dikutip dari laman NU, Minggu 19 Februari 2017.

Di hadapan ribuan jamaah yang memadati Lapangan Qudsiyyah Jl KHR Asnawi hingga meluber ke jalan ini, Gus Mus lebih banyak mengungkapkan keteladanan perjuangan pendiri NU asal Kudus KHR Asnawi. Menurut dia, Kiai Asnawi memiliki semangat berdakwah mengikuti Sunan Kudus warisan pemimpin agung Nabi Muhammad SAW.

"Ruhud Dakwah yang dikembangkan Kiai Mbah Asnawi dan ulama lainnya membuat ajaran Sunan Kudus ataupun Wali Songo masih berlaku hingga sekarang," ujar dia.

Kiai yang dikenal sebagai penulis dan pelukis ini juga menegaskan, ruhud dakwah yang dilakukan Wali Songo yang diwarisi para ulama termasuk KHR Asnawi, Islam bisa berkembang mayoritas di tanah air Indonesia.

"Dulu Mbah Asnawi mengajak orang masuk surga kelak, sekarang orang malah seakan ingin mengangkangi surga. Lainnya disuruh di neraka," kata Gus Mus menyindir.

*/.me