14 May 2018, 15:57 WIB
Last Updated 2021-07-10T11:03:02Z
Headlineperistiwa

Bom Meledak di Mapolrestabes Surabaya dan Sidoarjo

Advertisement
Tampak para pelaku bom bunuh diri menggunakan dua sepeda motor saat meledakan Mapolrestabes Surabaya, Senin (14/5). (Foto: Ist)
MEJAHIJAU.NET, Surabaya - Bom kembali mengguncang Kota surabaya, kali ini yang menjadi sasaran adalah Mapolrestabes Surabaya, Senin, 14 Mei 2018.

Malam sebelumnya, Minggu (13/5), juga terjadi ledakan di rumah susun sewa (Rusunawa) Wonocolo, Sidoarjo, Jawa Timur.

Pelaku serangan bom bunuh diri di Mapolrestabes Surabaya di Jalan Sikatan dilakukan menggunakan kendaraan, yakni dua sepeda motor. Sepeda motor masing-masing membonceng seorang pelaku lainya.

Kedua sepeda motor tersebut terlihat akan memasuki Mapolrestabes sekitar pukul 08.50 Wita, namun saat akan dilakukan pemeriksaan, tiba-tiba saja terdengar suara ledakan keras: bom meledak!

Keempat pelaku tewas seketika, dan seorang anak balita perempuan berusia 8 tahun selamat dalam peristiwa tersebut. Anak yang selamat tersebut adalah anggota keluarga dari para tersangka.

"Ini dilakukan oleh satu keluarga," terang Tito dalam jumpa pers di Mapolda Jatim, Senin (14/5).

Pelaku serangan bom bunuh diri di Mapolrestabes Surabaya, kata Kapolri Jenderal Pol, Tito Karnavian, merupakan satu keluarga. 

"Mereka merupakan jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Jawa Timur (Jatim) pimpinan Dita Supriyanto," tambah Tito. 

“Yang anak kecil terlempar dan selamat. Dia masih dirawat di rumah sakit (PHC). Anak ini merupakan saksi kunci karena dia selamat,” katanya. 

Dalam peristiwa bom di Mapolrestabes Surabaya, anggota polisi dan warga turut menjadi korban. Korban dari pihak Polri tercatat adalah, Aipda Umar, Bripda M taufan, Bripda Rendra,  dan Briptu Dimas Indra.

Sedangkan warga yang menjadi korban adalah, Atik Budi Setya Rahayu, Raden Adi Ramadan, Ari Hartono, Ratih Astri Rahmah, Eli Ramida dan Ainur Rofik.

"Pelaku berjumlah lima orang termasuk anak kecil berusia 8 tahun, dan merupakan satu keluarga. Serangan dilakukan menggunakan dua sepeda motor," jelas Tito. 

Add caption
Malam sebelumnya, bom juga meledak di Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo, sedikitnya terdengar empat kali ledakan.

Polisi terpaksa menembak mati Anton, penghuni Rusunawa yang berada di Blok B lantai 5 kamar unit 3, yang diduga kuta pelaku pemboman, di Rusunawa tersebut.

“Dia mengancam meledakkan bom,” terang Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Frans Barung.

Anton disebut-sebut tewas sambil memeluk ranselnya yang berisi bom.

Bom di rusunawa Wonocolo mengakibatkan tiga orang korban menderita luka-luka dan dilarikan ke RS Siti Khadijah.

Anton diketahui pedagang kue keliling, dan tinggal bersama istri dan empat anaknya di Rusanawa tersebut.


.poltak/me