18 July 2018, 00:05 WIB
Last Updated 2018-07-17T17:05:05Z
ISU

Jokowi: Soliditas TNI dan Polri Kunci Stabilitas

Advertisement
MEJAHIJAU.NET, Bandung - Soliditas TNI dan Polri menjadi kunci stabilitas keamanan dan ketertiban, demikian Presiden Joko Widodo di hadapan 4.505 anggota Bintara Pembina Desa (Babinsa) dari seluruh Indonesia, menghadiri pengarahan yang diberikan Presiden RI Joko Widodo di kawasan PT Dirgantara Indonesia, Kompleks Lanud Husein Sastranegara, Kota Bandung, Selasa, 17 Mei 2018.

"Soliditas antara TNI dan Polri menjadi kunci stabilitas keamanan dan ketertiban di masyarakat," tegas Presiden.

Oleh sebab itu, menurut Presiden, Babinsa perlu memiliki kemampuan komunikasi sosial, dan bergaul dengan semua elemen masyarakat dan sesama aparat.

Presiden pada kesempatan itu tidak lupa mengapresiasi kinerja Babinsa, terutama terkait pelaksanaan Pilkada Serentak yang berjalan aman dan tertib di 171 daerah pada 27 Juni 2018.

"Apresiasi saya atas pengabdian, dedikasi, kerja keras bersama dengan anggota Polri menjalankan tugas negara menjaga keamanan, ketertiban, dan terutama dalam mengamankan jalannya Pilkada beberapa waktu lalu. Ini berkat kerja keras saudara-saudara semua," ucap Presiden yang disambut tepuk tangan.

Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat H. Mochamad Iriawan turut hadir mendampingi Presiden.

Dalam arahanya, Presiden juga menekankan semakin besar dan beratnya tantangan bangsa Indonesia ke depan. Masalah kemiskinan, kesenjangan, infrastruktur wilayah adalah beberapa hal yang perlu ada perbaikan, dan Presiden meminta kerja keras dan kontribusi para anggota Babinsa.

Presiden selaku Panglima Tertinggi TNI juga meminta terus ditingkatkanya kemampuan Babinsa. 

"Kemampuan teritorial harus terus diperbaiki, hal lainnya kemampuan temu cepat, lapor cepat, menajemen, dan kemampuan penguasaaan wilayah secara detail," pesan Presiden.

"Kemampuan perlawanan rakyat. Bagaimana meningkatkan kemampuan rakyat dalam menghadapi ancaman, pembinaan (masyarakat) dalam kemampuan bela negara oleh rakyat," tekannya.

Terkait paham terorisme dan radikalisme, Presiden juga berpesan agar Babinsa bisa memahami penyimpangan ideologi ini agar tidak berkembang. Hal itu menyebabkan keresahan di masyarakat. 

Saat ini ancaman tidak hanya berupa fisik tapi juga ideologi, tegas Jokowi.


.wahyu/tn