24 September 2020, 19:38 WIB
Last Updated 2020-09-26T06:28:23Z
BIROKRAT

Bupati Ciamis tandatangani Perjanjian Pembiayaan Pinjaman Bersama Gubernur Jabar

Advertisement


MEJAHIJAU.NET, CIAMIS - Bupati Ciamis, Dr., H., Herdiat Sunarya, MM., mengikuti acara Penandatanganan Perjanjian Pembiayaan Pinjaman, dalam Rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Bersama Gubernur Jawa Barat, melalui Video Conference, di Ruang Vidcon Setda Ciamis, Kamis, (24/09/2020) siang.


Acara penandatanganan tersebut dalam rangka mengakselerasi penanganan Covid-19, dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), dan diikuti oleh Kabupaten/Kota se-Jawaa Barat.


Untuk itu Pemerintah Provinsi Jawa Barat, menginisiasi pembiayaan untuk mendanai pembangunan infrastruktur di Jawa Barat, melalui Pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional Daerah untuk membiayai tujuh infrastruktur di Tahun 2020.


Diantaranya terdiri dari Infrastruktur Sosial Kesehatan, Jalan, Pengairan, Perumahan, Perkotaan Ruang Terbuka Publik, Bangunan Publik dan Sosial Pariwisata dengan total keseluruhan 1,8 T, dengan penandatanganan komitmen bersama 23 Kabupaten/Kota di Jawa Barat.


Gubernur Jabar, H. Ridwan Kamil, mengatakan hadirnya inovasi pembiayaan pembangunan di Pemerintah Pusat, melalui Pinjaman Daerah, tentunya sangat dibutuhkan untuk mengembalikan, dan memulihkan ekonomi di Jawa Barat.

 

Diketahui Pinjaman tersebut diperoleh dari PT. Sarana Multi Infrastruktur (SMI), dan bekerjasama dengan Bank Jawa Barat (BJB).


"Perlu diketahui PT. SMI, memberikan bantuan tidak hanya kepada Pemerintah tapi juga kepada masyarakat, dan tidak semua Bank Daerah dipercaya untuk dititipkan, dan Bank BJB salah satu yang terbaik di Daerah,"katanya.


"Kebangkitan, dan kolaborasi ini sangat penting, PT. SMI sudah memberikan pinjaman, dan telah sama-sama ditandatangani sebagai upaya untuk mengembalikan program-program strategis yang kena refocusing,sehingga banyak program di Provinsi maupun di 27 Kabupaten/Kota yang keuanganya terputus oleh refocusing, mudah - mudahan bisa digunakan semaksimal mungkin,"ungkap Kang Emil.


Beliau menuturkan ada tiga hal yang perlu diperhatikan dalam penyaluran pembiayaan ini.


"Intinya ada 3 hal yang harus dirasakan manfaaaatnya secara langsung oleh masyarakat, pertama harus menghasilkan lapangan pekerjaan, dengan diawasi langsung oleh Bappeda,"tuturnya.


Kedua, pilihan- pilihan yang sudah disepakati proyeknya memberikan manfaat secara sosial, maupun ekonomi, dan terahir memberikan pemulihan terhadap  perekonomian Daerah, karena  investasi mengecil, ekspor mengecil, dan daya beli mengecil.


Terahir Kang Emil, mengharapkan dieranya BUMD Jawa Barat, bangkit dibantu Bank BJB, sebagai tulang punggung dari sisi pengbackupan dana.


"Tolong dimanfaatkan bantuan keuangan yang sudah dipulihkan lagi, dan perhitungkan secara baik, apa yang bisa kita maksimalkan, sambil menunggu pinjaman yang kedua tahun 2021 mengalir ke tiap Kabupaten/Kota di Jawa Barat," pungkasnya. (BE).