14 March 2021, 16:18 WIB
Last Updated 2021-07-10T11:13:58Z
Headlineperistiwa

Pahlawan Terabaikan, Upahpun dibedakan

Advertisement

Ilustrasi,  Para pemilah sampah yang sedang bekerja memilah sampah


MEJAHIJAU. NET,  KOTA BANJAR - Dibalik megahnya Piala adipura yang diraih pemerintah kota Banjar ada sederet PR yang harus segera dibenahi. Salah satunya yakni upah pahlawan ( Petugas ) kebersihan kota Banjar yang masih jauh dari kata layak

Meski UMK Kota Banjar berada di angka terendah sejawabarat yakni Rp 1.831.884,83, namun penghasilan yang mereka terima tak sebesar angka UMK, bahkan kurang dari setengahnya. Rata-rata dari 300san lebih petugas kebersihan hanya menerima honor dikisaran 700-800 ribu perbulan. Jauh dari kata layak. Sementara upah terakhir yang terdaftar di BPJS senilai Rp 1.831.884,83 bukan sebesar upah yang mereka terima setiap bulanya.

Dilainhal, ada pandangan yang miring tentang upah petugas kebersihan, berdasarkan Informasi, Honor staf kantor non ASN lebih besar dari petugas kebersihan yakni sebesar Rp. 1.250.000,-. Melihat hal itu, banyak komentar yang muncul tentang perbedaan upah antara pekerja lapangan dan sfat kantor.

AN perempuan paruh baya adalah salah satu petugas kebersihan yang bekerja sebagai pasapon jalan ( penyapu jalan ).Dirinya mengaku hanya menerima honor sebesar 700 ribuan, yang diterima tiap awal bulan.

“tiap awal bulan dapet bayaran 600 san”, Ungkapnya.

AN menuturkan, dirinya bekerja setiap hari untuk memebersihkan jalan dari sampah yang berserakan.

“tiap hari kerja nyapu jalan, berangkatnya kadang jam 2 pagi , kadang juga jam 4 pagi, ya nyapu kokotor dijalan aja”, kepinggirin terus dikumpulin dan siangkut”, Cetusnya.

Sementara NR pertugas kebersihan lainya, yang masih satu profesi dengan AN bertugas sebagai pemilah disalah satu TPST di Kota Banjar. Sama halnya dengan AN, NR pun mendapatkan upah yang besaranya sama dengan AN.

“tiap bulan dibayar  700 ribu”, Katanya.

Pihak Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjar sendiri belum mau berkomentar untuk menjelaskan tentang hal itu, malahan terrkesan saling lempar. Kasi pengelolaan Sampah Bidang Pengelolaan sampah DLH Kota Banjar Isep, saat dihubungi lewat pesan Whatsapp tidak mau menjawab pertanyaan yang diajukan. Menurutnya permasalah itu bukan kewananganyan namun kewnangan Kepala Dinas.

“perihal itu bukan kewenangan dan kapasitas saya, langsung ke bu Kadis saja “, Katanya.

Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjar Sri S menyatakan hal yang hamper sama. Dari beberapa pertanyaan yang diajukan, dirinyapun enggan untuk menjawab. Menurutnya, untuk informasi lengkap, dirinya mengarahkan kepada sekretaris Dinas.

“untuk info lengkap, bagusnya temui pa Sekdis”, Terangnya,melalui pesan Whatsapp, Minggu

Sri mengatakan, untuk permasalah tersbut, sekretaris Dinas juga akan menjawab. Menurutnya, jikaingin data yang valid,dikantor data lengkap.

“kalau jawaban pa sekdis kurang cukup, nantti disambung sama saya, kalau butuh data yang valid isyaalloh dikantor data lengkap”,Jelasnya.

Tebang pilih upah untuk pegawai pemerintah seyogyanya tidak terjadi. Pertugas kebersihan seperti pasapon, pemilah sampah, kru motor roda yang notabene pekerja lapangan yang seakan dibedakan pengupahanya dengan pegawai staf yang bekerja dikator dan terkesan bersih, bahkan pekerja kebersihan sendiri pernah dinobatkan menjadi Pahlawan Kebersihan Kota Banjar.