15 September 2023, 16:47 WIB
Last Updated 2023-09-28T05:29:26Z

Pemdes Cibogo Pangandaran Klarifikasi Soal Ketahanan Pangan

Advertisement

 



Pangandaran, Mejahijau.net - Ramainya pemberitaan terkait ketahanan pangan Desa Cibogo Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran Jawa Barat, Pemdes Cibogo berikan klarifikasi 


Rohimat Rosdiana selaku Sekretaris Desa Cibogo dengan didampingi staf memberikan klarifikasi pemberitaan tentang dinamika program ketahanan pangan dana desa tahun 2022 dan 2023, untuk memberikan edukasi dan tranfaransi bahwa program itu berjalan dengan baik, tidak terjadinya indikasi penyalahgunaan anggaran.


Menurutnya memang baik untuk desanya karena sebagai sosial kontrol menata untuk lebih baik lagi kedepannya selama ini memang tidak banyak yang memberikan saran dan pendapat baik dari manapun 


"nah sekarang ada media yang memberitakan itu bagian dari sosial kontrol masyarakat kami terima dan untuk perbaikan ke depannya" katanya Kamis, (14/9/2023).


adanya sedikit kekisruhan perihal ketahanan pangan tahun 2022 untuk ternak kambing Ruhimat mengungkapkan


"saya kira cuma miss komunikasi saja karena yang tampak belum tentu sama dengan yang isinya mungkin di sini mencoba menjelaskan apa tujuan dari ketahanan pangan yang 2020 dan 2023" ungkapnya 


“karena memang yang pertama untuk menggali potensi PADes melalui program ketahanan pangan. Jadi, ketahanan pangan hewani kambing di demplotkan supaya tidak hilang” ucapnya 


Untuk konsep ketahanan pangan di Desa Cibogo yaitu agro wisata namun, memerlukan banyak waktu dan masih on progres hingga saat ini.


“karena memang pembuatan agro wisata itu tidak bisa dikebut dalam waktu satu tahun. On progres saja berdasarkan kepada Rencana Kerja Program (RKP) dan program – program desa lainnya "ucapnya.


RKP tersebut bentuk dari penjabaran visi misi kepala desa sementara agro wisata nantinya akan terselesaikan sekitar 2 atau 3 tahun ke depan.


“karena kemarin (2022) ternak domba sekarang (2023) ada ikan dan nanti nabatinya di sebelahnya kemudian nanti baru kita realisasikan untuk infrastruktur agro wisatanya” katanya.


Lebih jau Ruhimat memaparkan memang tujuan utama ketahanan pangan tersebut untuk masyarakat, hanya saja disamping itu harus ada manfaat lain seperti agro wisata supaya berkelanjutan.


Dikarenakan desa Cibogo adalah desa yang tidak memiliki wisata alami, sementara Kabupaten Pangandaran sendiri memiliki visi misi menjadi Kabupaten tujuan pariwisata dunia.


Alangkah baiknya , desa itu harus ikut menopang tujuan tersebut melalui program-program desa yang di dalamnya ada kepariwisataan.


“Nah desa cibogo membuat agro wisata, karena memang agro wisata ini anggaranya sangat besar, maka di tunjanglah melalui program yang wajib dari kemendes dan dimasukan di program agro wisata” ungkapnya.


Harapannya agro wisata pasir kole dapat berjalan dengan baik untuk kedepannya dan menjadi tujuan untuk wisata ilmiah dan kedepannya bisa untuk penelitian dan lain-lain.


“karena memang di Kabupaten pangandaran ini belum ada agro wisata yang berbasis agro seperti ini mudah-mudahan bisa terselesaikan di tahun 2024 berikut penunjang lainya” pungkasnya (DU)