Tito Santiko
05 January 2026, 19:54 WIB
Last Updated 2026-01-05T12:54:11Z

Lapas Banjar Gelar Capaian 2025: Pembebasan Bersyarat hingga Klinik Unggulan

Advertisement

 


BANJAR ,Mejahijau.Net -- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Banjar membeberkan serangkaian capaian kinerja dan program selama Tahun 2025 dalam sebuah acara pelaporan yang digelar Senin (5/1/2026). Kepala Lapas Banjar, Tutut Prasstyo, memaparkan data dan laporan tersebut secara langsung di hadapan jajaran internal lembaga dan perwakilan media di Aula Lapas setempat.


Dalam paparannya, Tutut menyoroti komitmen lapas dalam menjalankan program reintegrasi bagi warga binaan. Sepanjang 2025, lapas IIB Banjar telah memberikan pembebasan bersyarat kepada 129 orang dan cuti bersyarat kepada 10 orang warga binaan. Selain itu, lapas juga mendistribusikan remisi khusus Idul Fitri kepada 331 orang dan remisi umum hari kemerdekaan kepada 409 orang.

"Pelayanan dasar kami terus lakukan dengan fokus pada pemberdayaan," tegas Tutut.


Lapas secara aktif menggelar pelatihan keterampilan untuk mempersiapkan warga binaan kembali ke masyarakat. Sepanjang tahun 2025, pihaknya menyelenggarakan pelatihan di bidang pengelasan, budi daya ayam petelur, barista, dan teknik hidroponik. Setiap program rata-rata diikuti oleh 32 peserta. Secara total, 208 warga binaan berhasil menyelesaikan pelatihan hingga mendapat sertifikat kompetensi.


Di sektor kesehatan, Lapas Banjar mencatat pencapaian penting dengan mendirikan klinik paripurna pertamanya di tahun 2025. Klinik ini langsung menorehkan prestasi dengan menduduki peringkat kedua se-Jawa Barat dalam penilaian klinik lapas. Tutut berharap klinik ini dapat menjalin kerja sama yang lebih erat ke depan dengan pemerintah daerah, seperti Puskesmas dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), untuk meningkatkan layanan kesehatan.

“Keberhasilan ini adalah buah dari kerja keras seluruh jajaran dan dukungan stakeholder. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan dan pelayanan,” pungkas Kepala Lapas dalam acara yang berlangsung tertib dan informatif tersebut.


Laporan ini memperlihatkan upaya konkret Lapas Banjar tidak hanya dalam menjalankan fungsi pemasyarakatan, tetapi juga dalam menyiapkan warga binaan untuk dapat kembali berkontribusi positif di masyarakat usai menjalani masa hukuman.(***)