12 March 2026, 21:11 WIB
Last Updated 2026-03-12T14:11:12Z
HeadlineNews

Sejumlah Kelompok Yang Mengaku Wartawan Datangi Sekolah dan PKBM

Advertisement

KUNINGAN, MH


Sejumlah orang yang tidak dikenal dan berpakaian agak kurang rapih dan kusam mendatangi sejumlah sekolah dan lembaga pendidikan non formal yakni PKBM (pusat kegiatan belajar masyarakat) yang mengelola paket B setara SMP dan paket C setara SMA, tentu saja para kepala sekolah begitu sangat kaget dengan kemunculan mereka dengan wajah yang belum begitu dikenalnya, imbasnya sangat berdampak kepada wartawan yang resmi berkarya juga terdaftar resmi di Diskominfo dan Humas Pemkab Kuningan.

Menurut salah seorang kepala SMP yang enggan ditulis jatidirinya kepada awak media online Meja Hijau (12/3) mengatakan, yang bersangkutan sering kedatangan orang yang mengaku wartawan, namun cara bicara dan diplomasinya masih kaku dan tidak nyambung sehingga tidak bisa berinteraksi dalam komunikasi.

Masih dikatakan seorang kepala SMP, selain kedatangan orang yang tidak ia kenal, yang bersangkutan juga sering kedatangan beberapa orang yang membawa proposal untuk meminta bantuan, "ini jelas mencoreng profesi wartawan yang sesungguhnya, wartawan yang resmi hanya konfirmasi untuk bahan berita dan hasilnya dituangkan kedalam materi berita" ungkapnya dengan kesal.

Lain halnya menurut M' salah seorang pengelola PKBM di Kecamatan Lebakwangi, Kabupaten Kuningan, kepada sejumlah awak media online satu tahun kebelakang ia mengatakan, yang bersangkutan sudah merasa jenuh dengan kedatangan sejumlah orang yang mengaku wartawan, dengan beragam pertanyaan yang memojokan ujung - ujungnya minta uang dengan jumlah nominal yang begitu besar.

Sedangkan menurut Farhan Subandi, SH salah seorang yang mengaku pemantau sosial dan hukum asal penduduk Kecamatan Cilimus Kab Kuningan kepada awak media online Meja Hijau (12/3) mengemukakan, mereka yang datang kesejumlah sekolah seperti SD, SMP dan PKBM tujuannya mencari uang dengan gaya intograsi dan intimidasi ujung - ujungnya diduga memeras. "mereka sama sekali tidak mencerminkan seorang wartawan, bahkan diantara mereka bukan wartawan yang sesungguhnya, "mereka ikut jalan dengan wartawan kemudian memisahkan diri lalu membuat kelompok dan mereka sudah dikerahui oleh pihak Polres Kuningan" ungkapnya dengan tegas.

Ditempat terpisah Kadisdikbud Kab Kuningan DR. Elon Carlan, M.Si menghimbau kepada semua kepala sekolah baik TK, SD, SMP berikut pengelola PKBM agar hati - hati dalam menerima orang yang mengaku wartawan yang belum dikenalnya. (Anton) *