Post ADS 1
18 April 2026, 00:07 WIB
Last Updated 2026-04-17T17:07:09Z
HeadlineNews

Berkedok Ngaku Wartawan, Ratusan Pengangguran Datangi Sekolah

Post ADS 1
Ilustrasi dok : AI

KUNINGAN, MH


Sulitnya mencari pekerjaan serta mental mereka sebagai pemalas, akhirnya puluhan bahkan ratusan pengangguran yang tidak memiliki basic dunia jurnalis juga pendidikan SD dan SMP ramai - ramai mengaku wartawan dan datang ke sejumlah desa juga sekolah, sepertinya begitu rendah dipandang oleh masyarakat.

Menurut Rusman Arifin (60), yang mengaku pensiunan kepala sekolah yang bertugas di Kabupaten Majalengka, kini pulang kampung dan tinggal di Kecamatan Luragung, Kabupaten Kuningan Jawa Barat, kepada awak media online Meja Hijau mengemukakan, secara kasat mata mereka memiliki kartu keanggotaan wartawan dari media, tetapi kwalitas wartawan dan ilmu jurnalisnya nol besar.

Masih jelas Rusman Arifin semenjak ia pensiun dari kepala sekolah sering memantau kondisi di Kabupaten Kuningan, ternyata puluhan bahkan ratusan yang mengaku wartawan akan ramai - ramai mendatangi sekolah dan lembaga non formal PKBM.
 
Lebih jauh Rusman Arifin menambahkan, ada tiga kategori yang mengaku wartawan, yang pertama kelas rendah datang keberbagai sekolah meminta amplop receh, kedua kelas menengah mengajukan permohonan bantuan dengan mengirimkan surat / proposal dan yang ketiga kelas kakap, mereka mencari kesalahan kepala sekolah dan desa selamjutnya diminta uang jutaan rupiah dan menjual paksa barang - barang yang tidak berharga kesekolah dan desa.
 
"saya harapkan kepada ketua K 3 S SD, ketua gugus SMP berikut ketua MKKS SLTA untuk tidak melayani mereka, abaikan saja nanti akan mengganggu kondusifitas, kemudian dewasa ini banyak muka baru wanita muda nyari uang ngaku wartawan, mereka hanya ikut - ikutan, tidak pernah menulis berita.
 
Menjelang bulan Mei dan Juni 2026, ratusan yang mengaku wartawan akan mendatangi kepala sekolah yang dinilai empuk dan bermental lemah untuk diperdaya juga dimanfaatkan. Yang betul - betul resmi wartawan ada bentuk fisik karya tulisnya kemudian sebagai tugas tambahan mencari iklan guna menghidupan dikantor redaksinya masing - masing. (tim) ***