KUNINGAN, MH
Sejumlah pejabat struktural yang ada di dinas berikut kantor badan dilingkungan Pemkab Kuningan Jawa Barat, mereka mengaku bermitra dengan para wartawan ketika tersandung persoalan atau masalah dugaan adanya penyalah gunaan kewenagan, ini betul - betul sebuah fenomena yang amat memprihatinkan, seperti hal nya yang terjadi di dinas sosial Kab Kuningan, ada beberapa pejabat eselon III yang sangat sulit ditemui terkecuali sudah janjian sebelumnya.
Informasi yang diterima awak media online Meja Hijau dari sejumlah rekan - rekan jurnalis (24/4) disebutkan, untuk masuk keruangan para pejabat harus melalui pintu depan yang dijaga sangat ketat ditambah membuka pintu harus hapal kode, "ada apa dengan dinsos ? penjagaan begitu super ketatnya" ungkap salah seorang wartawan berusia muda.
Pengalaman fahit dialami oleh Iwan Sukmawan (50), salah seorang marketing iklan disalah satu media cetak, yang bersangkutan mengalami miss komunikasi dengan Rini Megawati, S.Sos, M.Si yang menjabat sebagai Kabid Dayasos Dinas Sosial terkait dengan iklan ucapan peringatan RA Kartini dengan salahnya pencantuman nama jabatan berikut masalah lainnya.
Setelah selesai di klarifikasi juga didiskusikan dengan pimpinan media cetak yang juga aktif dimedia online juga difasilitasi oleh seorang pegawai P 3 K senior, maka selesailah masalah tersebut, namun Iwan Sukmawan mengemukakan, pernyataan Kabid Dayasos tidak semuanya benar.
Ketika interaksi dalam komunikasi dengan awak media online Meja Hijau, Rini Megawati dengan egonya mengatakan, "saya mantan pegawai humas waktu di tugas dipemda sering berinteraksi tentang pemberitaan dengan wartawan, jadi sudah tidak asing lagi ketika berhadapan dengan rekan dari media" tegasnya setengah menyepelekan awak media online yang ada dihadapannya.
Informasi yang benar bahwa yang sering berhadapan dengan para wartawan adalah Kasubag Informasi yang pada waktu itu dijabat Deni yang sekarang jadi Camat Luragung, Rini Megawati pada waktu itu kasubag Protokol yang tupoksinya mencatat jadwal kerja bupati berikut memfasilitasi para tamu.
Dinas Sosial ketika dijabat oleh Dudi yang sekarang sudah pensiun diduga keras banyak persoalan dari mulai hal yang paling kecil seperti dana pemeliharaan makam pahlawan, E. Warung, bantuan dana untuk sejumlah yayasan, puskesos dan yang lainnya benar - benar lolos dari pemeriksaan pihak terkait.
Informasi yang diperoleh dari BKPSDM Kab Kuningan pejabat yang bertugas menangani pekerjaan tersebut sudah promosi, ada yang ke eselon III B sebagai Kabid dan III A sebagai sekdis.
"Karena dekat dengan penguasa, mau pensiun satu tahun lagi juga diberi bonus jadi kabid" ungkap salah seorang pegawai dinsos sambil tertawa kecil. (Anton) ***

