BANJAR, MEJAHIJAU.NET --- Kepala KCD 13, Dwi Yanti, resmi mengumumkan dimulainya pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2026 secara serentak di sejumlah kabupaten/kota di wilayah kerjanya. Kick off ini menjadi penanda dimulainya proses seleksi siswa baru untuk jenjang SMA dan SMK, sekaligus menghadirkan inovasi program pendidikan baru yang berfokus pada pengembangan kualitas sumber daya manusia.
Dwi Yanti menjelaskan, pada tahun ini SPMB menghadirkan dua program utama, yakni program reguler dan program unggulan yang diberi nama “Sekolah Maung” atau program manusia unggul. Program reguler tetap menjadi jalur utama penerimaan siswa dengan sistem kuota yang terbagi ke dalam beberapa kategori, seperti zonasi, prestasi, serta minat dan bakat.
“Untuk program reguler, pembagian kuota masih mengacu pada kebijakan yang ada, yakni jalur zonasi, prestasi, serta minat dan bakat. Ini bertujuan untuk memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh calon peserta didik,” ujar Dwi Yanti.
Sementara itu, program Sekolah Maung menjadi inovasi baru yang dihadirkan untuk menjaring siswa-siswa berpotensi tinggi di bidang akademik maupun non-akademik. Di wilayah KCD 13, sejumlah sekolah telah terverifikasi dan terpilih untuk menyelenggarakan program ini.
Di Kota Banjar, program tersebut dilaksanakan di SMAN 1 Banjar. Sementara di Kabupaten Ciamis berada di SMAN 1 Ciamis, dan di Kabupaten Pangandaran dilaksanakan di SMAN 1 Parigi. Untuk jenjang kejuruan, program ini dijalankan di SMKN 1 Pangandaran.
Dwi Yanti menegaskan, seleksi untuk program Sekolah Maung akan dilakukan lebih awal sebelum proses SPMB reguler dimulai. Hal ini dilakukan agar proses penjaringan siswa unggul dapat berjalan optimal dan terarah.
Adapun kriteria seleksi dalam program Sekolah Maung mengedepankan dua aspek utama, yakni kemampuan akademik dan minat bakat. Penilaian akademik diambil dari nilai rapor dengan bobot sebesar 50 persen, sementara 50 persen lainnya berasal dari penilaian minat dan bakat siswa.
“Program ini kami harapkan mampu mencetak generasi unggul yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga memiliki potensi dan karakter di bidang yang diminati,” jelasnya.
Dengan adanya program ini, KCD 13 berharap kualitas pendidikan di wilayahnya semakin meningkat dan mampu melahirkan lulusan yang siap bersaing di tingkat nasional maupun global. Pemerintah juga mengimbau para calon siswa dan orang tua untuk memahami setiap jalur pendaftaran agar dapat mengikuti proses SPMB dengan baik dan tepat sasaran.
(Tito)

