Post ADS 1
18 August 2026, 14:01 WIB
Last Updated 2026-08-18T07:01:21Z
HeadlineNews

Puluhan Bahkan Ratusan Wartawan Datangi Sekolah yang Dapat Proyek Sarpras

Post ADS 1

KUNINGAN, MH

Dalam setiap harinya puluhan bahkan ratusan wartawan mendatangi sejumlah sekolah yang sedang melaksanakan kegiatan proyek revitalisasi yang merupakan bantuan dari Kemendikdasmen RI anggaran tahun 2026.

Data dan informasi yang didapatkan awak media online Meja Hijau disebutkan, untuk anggaran tahun 2026 Pemerintah pusat melalui Kemendikdasmen RI mengelontorkan dana untuk bantuan sarana dan prasarana sekolah puluhan triliunan rupiah, untuk Kabupaten Kuningan Jawa Barat, puluhan sekolah dari mulai TK, SD, SMP, SMA dan SMK sedang melaksanakan kegiatan pembangunan yakni revitalisasi aspirasi dan reguler, namun hal yang membuat kaget bagi para kepala sekolah yakni dengan banyaknya tamu yang tidak diundang mengatas namakan sebagai profesi wartawan.

Suhardiman salah seorang warga Kecamatan Luragung, Kabupaten Kuningan, yang mengaku pensiunan kepala sekolah yang bertugas di Bandung, kepada awak media online Meja Hijau (18/8) mengemukakan, yang bersangkutan begitu sangat kaget puluhan wartawan datang kesekolah hanya untuk mendapatkan sesuatu.

Masih jelas Suhardiman, ketika ia menjadi kepala sekolah dan pada waktu itu mendapat kegiatan proyek, wartawan yang datang hanya tertentu, itupun mereka konfirmasi dan bukti tulisannya diperlihatkan kepada setiap kepala sekolah yang didatanginya.

Sejumlah kepala sekolah yang mendapat revitalisasi hususnya di Kabupaten Kuningan walaupun mereka stres dan pusing namun memiliki mental yang tangguh dalam menghadapi tamu yang mengaku wartawan.

"kami kepala sekolah sebetulnya sudah tahu, mana wartawan yang resmi betul wartawan dan juga pengangguran yang mengaku wartawan nyari amplop" ungkap salah seorang kepala SMP Negeri yang enggan ditulis jatidirinya.

Gubernur Jawa Barat H. Dedi Mulyadi disela - sela sosialisasi dihadapan sejumlah kepala sekolah disalah satu daerah di Jawa Barat beberapa waktu lalu mengemukakan, agar selektif menerima seseorang atau kelompok yang mengatasnamakan wartawan, "apabila memungkinkan pintu gerbang ditutup ketika disaat jam belajar" ujar H. Dedi Mulyadi yang kental dikenal sebagai bapak aing. (Anton) *