26 December 2016, 18:24 WIB
Last Updated 2016-12-27T16:48:57Z
POLISI

Teroris Jatiluhur Masuk Kelompok Jamaah Anshar Daulah

Advertisement
Brigjen. Rikwanto/ wikipedia
MEJAHIJAU.net, Jakarta- Para terduga teroris yang ditangkap dan ditembak mati Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 di waduk Jatiluhur, Purwakarta, kemarin, disebut masuk kelompok Jamaah Anshar Daulah (JAD) yang diyakini berafialiasi dengan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

Demikian disampaikan Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Hubungan Masyarakat (Humas) Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri), Brigjen Rikwanto di kantornya Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin, 26 Desember 2016.

Namun demikian, Rikwanto belum berani memastikan adanya hubungan kelompok teroris Jatiluhur dengan Bahrun Naim.

"Tentang itu kita masih dalami," terang Rikwanto, sambil menambahkan kalau para terduga teroris berafiliasi dengan ISIS.

Dalam penyergapan yang dilakukan Tim Densus 88 di kampung Ubrug, Jatiluhur, Purwakarta, dua terduga teroris ditangkap hidup-hidup, sedangkan dua lainya tewas ditembak karena melakukan penyerangan saat diperingati dan diminta untuk menyerahkan diri.

Dua terduga yang ditangkap hidup-hidup adalah R alias Abu Arham (29) warga randu Kurung dan IRG (28) Warga Mulya tani, keduanya masuk wilayah kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. 

Sedangkan dua terduga teroris yang ditembak mati petugas karena melakukan perlawanan adalah Abu Sofi alias Abu Azis alias Mas Brow warga Kabupaten Bandung dan Abu Faiz warga Kabupaten Bandung Barat.

Dalam penangkapan tersebut Tim Densus 88 menemukan golok, cutter, buku-buku, sepatu, dan juga dompet, dari tempat persembunyian para terduga teroris di tengah-tengah waduk. 

Setelah itu Tim Densus 88 bergerak melakukan penggeledahan ke rumah kontrakan terduga teroris di daerah Padalarang, Cimahi, dan menemukan sejumlah barang bukti berupa paku dan timbangan, telepon seluler dengan banyak card SIM, selain buku-buku agama.

Menjawab pertanyaan wartawan Rikwanto menyatakan belum menemukan keterkaitan terduga teroris Jatiluhur dengan terduga teroris lainnya seperti yang di Bekasi dan Tangerang Selatan.

"Belum ditemukan, tetapi bisa jadi ada sel yang terputus," pungkas Rikwanto.

.tn