07 January 2017, 07:42 WIB
Last Updated 2017-01-07T00:44:56Z
PARLEMEN

Dilema Sulistiawati, Sebagai Isteri Memaafkan, Selaku Pimpinan Dewan, Bagaimana?

Advertisement
Bupati Katingan, H. Ahmad Yantenglie Endang
Sulistiawati, yang menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Katingan
MEJAHIJAU.net, Kasongan - Bupati Kabupaten Katingan, H Ahmad Yantenglie, yang tertangkap basah tanpa busana dengan isteri polisi, dituntut masyarakat agar dipecat dan dilengserkan.

Masyarakat Katingan Bersatu, yang melakukan aksi di depan gedung DPRD Katingan, Jumat 6 Januari 2017, meminta dewan memberhentikan Yantenglie kepada Menteri Dalam Negeri.

Namun begitu, isteri Yantenglie, Endang Sulistiawati, yang menjabat sebagai pimpinan dewan yakni sebagai Wakil Ketua DPRD, secara pribadi memaafkan sang suami dan menyatakan akan tetap mensuport sang suami, dan berharap kasus ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan.

"Masalah apapun yang di hadapi suami saya insya Allah saya akan memberikan support untuk beliau, tentunya supaya masalah yang dihadapinya cepat selesai secara kekeluargaan," ujarnya melalui pesan WhatsApp miliknya.

Hal ini disampaikan Endang, karena banyak warga yang mengirimkan pesan kepadanya, dan meminta agar "Bunda Katingan" begitu Endang dipanggil para Netizen, bersabar menghadapi prahara rumahtangganya.

Seperti diberitakan, Bupati Katingan, Ahmad Yantenglie, tertangkap basah sedang tidur berduaan dengan Farida Yeni, isteri seorang polisi, yang notabene adalah seorang PNS yang bertugas di RS Amsyar Kasongan, di sebuah rumah kos di Jalan Nangka, Kelurahan Kasongan, Kecamatan Katingan Timur.

Penangkapan dilakukan langsung oleh suami Farida yakni, Aipda Sulis Heri, pada Kamis (5/1). Sulis yang menjabat sebagai Kepala Sentra Pelayanan Polsek Katingan Hilir, segera melaporkan hal tersebut ke Polsek Katingan Hilir, lalu secara berurut kasusnya diambil alih Polres Katingan dan Polda Kalteng.

Dilema

Secara pribadi, sebagai isteri mungkin saja Endang bisa memaafkan sang suami. Sejak berita tidak sedap ini mencuat, Endang terlihat tegar, dan mencoba menyimpan perasaanya sebagai seorang perempuan, dan dia terlihat panik atau histeris. 

Mungkin dia berpikir, jika suaminya sampai selingkuh dengan wanita lain, mungkin ada kekurangan atau kesalahan dirinya dalam melayani suaminya selama ini.

Sebagai isteri mungkin, demi keutuhan rumahtanggaya, demi seorang anak yang didapatnya dari pernikahan dengan Yantenglie,  Endang mau memaafkan Yantenglie. 

Tetapi sebagai pimpinan dewan, apakah dia akan abaikan suara masyarakat Katingan, yang merasa malu mempunyai bupati berselingkuh dengan bawahnya.

Seperti aksi yang dilakukan sekelompok warga yang menamakan diri Masyarakat Katingan bersatu, mereka menggelar aksi di halaman Gedung DPRD, meminta agar DPRD Katingan menggelar rapat paripurna, dan meminta pemberhentian Yantenglie sebagai bupati kepada Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur.

Sebagai isteri, Endang sudah menyatakan sikapnya, yaitu memaafkan Ahmad Yantenglie sebagai suami, tetapi sebagai anggota dewan dan terlebih sebagai pimpinan, apakah dia juga dapat memaklumi perbuatan Ahmad Yantenglie sebagai seorang bupati yang memberikan contoh buruk kepada masyarakatnya?

Tentang hal ini belum diketahui bagaimana sikap Endang? Karena masalah perselingkuhan sang bupati belum lagi dibahas oleh DPRD Katingan.


.tn