15 January 2017, 09:05 WIB
Last Updated 2017-01-23T07:19:33Z
PASAR

KUR 2017 Rp110 T, Sektor Produksi Akan Digenjot

Advertisement
MEJAHIJAU.NET, Jakarta - Kementerian Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) akan menggenjot sektor produksi dalam penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) sebesar Rp110 triliun pada 2017.

Pada tahun sebelumnya jumah kredit Rp100 triliun dengan realisasi penyerapan sebesar 94,4% atau Rp94,4 triliun dan debitur sebanyak 4,3 juta orang.

Pada 2016, sebagian besar KUR dominan disalurkan ke sektor usaha perdagangan dengan total 66 persen. Sedangkan sektor produksi hanya 33 persen dengan rincian, sektor pertanian 17 persen, industri jasa 10 persen, industri pengolahan 4 persen dan perikanan 1,5 persen.

"Pada tahun ini kita akan genjot sektor riil dan sektor produksi," ujar Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian KUKM Braman Setyo, di Kantor Kementerian KUKM, Jumat 13 Januari 2017.

Ia berharap, sektor produktif di luar perdagangan dapat lebih meningkat. Kuota di perdagangan bisa diperkecil sehingga yang lain bisa naik, tuturnya.

Kecilnya penyaluran KUR ke sektor riil seperti pertanian, perkebunan dan perikanan terjadi karena tingginya risiko sehingga timbul kekhawatiran dari pelaksana penyalur soal pengembalian pinjaman.

Untuk itulah, diwacanakan kelonggaran pengembalian pinjaman kepada para pelaku usaha di sektor riil itu Kemudian lembaga-lembaga penyalur KUR diminta memberikan aturan khusus yang lebih fleksibel kepada para pelaku usaha tersebut.

"Namun, hingga saat ini, fleksibilitas pembiayaan semacam itu masih belum menemui titik terang," ungkapnya.

Adapun, strategi lain di luar itu, yang telah disiapkan Kementerian KUKM adalah dengan mendorong para petani tergabung ke dalam satu kelompok agar bisa menggunakan alat-alat pertanian bersama di dalam kelompok itu, seperti traktor, untuk dijadikan sebagai jaminan, terangnya.


.viq