14 April 2017, 16:01 WIB
Last Updated 2017-04-14T09:01:29Z
ISU

Ormas dan Warga gagalkan Pembentukan FPI Kota Semarang

Advertisement
Ormas dan warga Kota Semarang bubarkan dan gagalkan pembentukan Front Pembela Islam (FPI) di rumah Zainal Petir di Bulu Lor, Semarang Utara, Kamis malam (13/4). (Foto: Tribun).
MEJAHIJAU.NET,  Semarang - Ratusan orang yang terdiri dari 38 Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Kota Semarang melakukan aksi penolakan pembentukan Ormas Front Pembela Islam (FPI) Kota Semarang, Kamis malam, 13 April 2017.

Ketegangan sempat terjadi antara massa yang menolak kehadiran FPI di Kota Semarang dengan massa yang akan mendeklarasikan berdirinya FPI Kota Semarang di kediaman Ketua Advokasi FPI Jawa Tengah, Zainal Abidin Petir, di Jalan Pergiwati Bulu Lor Semarang Utara.

Massa Anti FPI melakukan orasi di halaman rumah, sedangkan di dalam terjadi ketegangan antara petinggi FPI Jawa Tengah dan Kota Semarang dengan pimpinan Ormas yang menolak FPI.

Beruntung petugas Polrestabes Semarang sigap, dan menurunkan pasukan pengamanan mencegah terjadinya bentrok antar kedua kelompok massa tersebut.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Abioso Seno juga mencoba menjadi penengah dialog, atau lebih tepatnya debat panas antara petinggi FPI dan pimpinan Ormas yang menolak kehadiran FPI.

Ketua Ormas Merah Putih, Iwan Santoso, meminta agar Ketua FPI Jateng Syihabuddin dan juga Ketua Advokasi FPI Jateng Zainal Abidin Petir membatalkan rencana mereka untuk menghadirkan FPI di Kota Semarang.

"Kota Semarang sudah dalam keadaan damai dan kondusif, dan jangan saudara merusak ketenangan warga kami dengan menghadirkan FPI di Semarang. Warga Semarang tidak butuh FPI," kata Iwan Santoso.

Apakah kota Semarang sedang bermasalah, saudara-saudara, kata Iwan kepada massanya ang segera dijawab,: TIDAK!!

Syihabuddin sendiri merasa warga Semarang tidak perlu khawatir dengan kehadiran FPI, karena FPI juga berdasarkan kepada Pancasila, dan Ormas resmi yang terdaftar di Kementerian Dalam Negeri dan juga Dinas Kesbangpol di daerah.

"Kami bukan anti Pancasila, kami hanya mengkaji hal tersebut supaya bisa diterapkan berdampingan dengan Islam," ujar Syihabuddin.

Namun jawaban Syihabuddin dianggap hanyalah lips service, sehingga massa tetap meminta agar FPI jangan hadir di kota Semarang, karena FPI sebagai ormas dinilai tidak berperilaku toleransi, dan juga kerap melakukan tindakan-tindakan radikal seperti sweeping dan kerap mengkafirkan pihak lain.

"Sudahlah, kita sudah sering dialog, dan kami tetap menolak kehadiran FPI di Kota Semarang," tegas Ratya dari Ormas Ganaspati.

Ketika Zainal Abidin Petir mencoba memberi penejlasan tentang Ormas, fungsinya, dan hak-haknya, massa tetap menolak dan kemudian Iwan Santoso meminta massa memmbacakan Surat Al- Fatiha, dan massa pun membacakan surat Al Fatiha.

Sejurus kemudian Kapolrestabes Semarang, Kombes Abiso Seno, meminta agar pihak FPI membatalkan niatnya mendeklarasikan FPI Kota Semarang.

"Ini banyak surat masuk kepada saya, baik dari ormas, LSM dan juga masyarakat, yang menolak kehadiran FPI di Kota Semarang, jadi saya berharap demi menjaga kondusifitas, saudara membatalkan niat mendeklarasikan FPI di Kota Semarang," pinta Abioso, yang dilanjutkan teriakan massa, bubarkan FPI.

Akhirnya, rencana pendeklariasan FPI Kota Semarang pun gagal, dan Ketua FPI di bawah kawalan massa diantarkan keluar dari rumah Zainal Abidin. Dan bentrok pun akhirnya dapat dihinadrkan, karena kedua belah pihak mampu menahan diri, dan Abiso Seno, sebagai penjaga keamanan mampu menjalankan tugasnya secara proporsional dan profesional.


.me