11 September 2017, 22:32 WIB
Last Updated 2017-09-11T15:32:58Z
peristiwaPOLISI

Terjadi Hampir Bersamaan, Pasutri Dihabisi di Purbalingga, Rumahnya Di Tanah Abang Dirampok

Advertisement
Mayat pasutri, Zakaria Husni dan Zakiyah Masrur saat dievakuasi petugas dan menjadi tontonan warga di Desa Plumbungan, Kec Bobotsari, Purbalingga, Jawa Tengah, Senin, (11/9). (Foto: Ist)
MEJAHIJAU.NET, Jakarta - Pembunuhan atas pasangan suami isteri (Pasutri) pengusaha garmen terjadi hampir bersamaan dengan perampokan atas rumah korban yang berada di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, yakni pada Minggu, 10 September 2017.

Kedua korban, Zakaria Husni, 57, dan istrinya, Zakiyah Masrur, 54, ditemukan tewas dalam keadaan terikat di Sungai Klawing, Desa Plumbungan, Kecamatan Bobotsari, Purbalingga, Jawa Tengah, Senin pagi (11/9).

Zakaria tewas mengenakan baju koko dan sarung juga peci, sedangkan isterinya masih mengenakan mukenah. Kedua korban ditemukan warga sekitar pada pukul 06.00 pagi.

"Berdasarkan laporan yang kami terima pada Senin (11/9) pukul 06.00 WIB, dua mayat tersebut ditemukan warga tergeletak di bawah jembatan," ujar Kapolsek Bobotsari, AKP Ridju Isdiyanto dalam keterangannya, seperti dilansir Antara, Senin (11/9).

Namun dari hasil otopsi sementara, korban diperkirakan tewas sekitar enam jam sebelum ditemukan, atau tepatnya pada Minggu (10/9) pukul 23.00 WIB.

Sementara bersamaan itu Kanit Reskrim Polsek Metro Tanah Abang Kompol Mustakim, mendapat laporan perampokan atas rumah korban pada pada Minggu (10/9) sekitar pukul 04:00 WIB.

"Putra sulung korban sendiri yang melakukan laporan langsung," ujar Mustakim kepada media di kantornya, Senin, (11/9).

Setelah mendapat laporan petugas langsung menuju rumah korban di Bilangan Pengairan Nomor 21, RT 1 RW 6, Kelurahan Bendungan Hilir, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, untuk melakukan olah TKP.

Dari hasil olah TKP  diketahui sejumlah barang berharga raib, seperti mobil, emas dan sertifikat.

Keterangan diperoleh, sebelum terbunuh, Zakaria masih sempat menjadi Imam pada Shalat Magrib. Namun saat Isya, yang bersangkutan tidak datang ke musholla.

“Indikasi kuat ini kasus pembunuhan. Sebab, selain terikat, di tubuh korban juga ditemukan luka akibat senjata tajam, tepatnya di tengkorak belakang dan wajah,”  kata Kasat Reskrim Polres Purbalingga, AKP Tarjono Sapto Nugroho saat ditemui di Instalasi Kedokteran Forensik dan Mediko Legal, RSUD Margono Soekarjo, Purwokerto, Jawa Tengah, seperti dikutip Kompas.com, Senin (11/9).

Saat ditemukan, kedua korban memakai busana muslim untuk beribadah, seperti peci, baju koko, sarung, dan mukena.

“Salah satu korban memakai sendal selop bertuliskan nama sebuah hotel. Namun ketika kami telusuri, hotel dengan nama tersebut tidak hanya satu,” ujarnya.

Sementara itu, dari hasil oleh TKP, polisi juga menemukan bercak darah di tiang jembatan. Kemungkinan, kata Tarjono, korban dilempar dari atas jembatan setinggi lima meter sebelum ditemukan oleh warga yang beraktivitas di sungai pagi itu.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya untuk menelusuri alamat korban di Jakarta. Kami berharap dapat segera menghubungi keluarga korban untuk menggali informasi lebih dalam,” katanya.



.me