21 November 2017, 20:48 WIB
Last Updated 2021-07-10T09:52:23Z
HeadlineKORUPSI

Surati DPR dan Partai Golkar, Setya Novanto Minta Tidak Dicopot

Advertisement
Surat Seta Novanto kepada npimpinan DPR dan jajaran DPP Partai Golkar. (Foto: Ist)
MEJAHIJAU.NET, Jakarta - Tersangka kasus korupsi proyek pengadaan KTP elektrik (KTP-e), Setya Novanto, menyurati DPR RI dan juga DPP Partai Golkar, Selasa, 21 November 2017.

Dalam surat yang ditulis tangan serta dibubuhi materai, Novanto yang menjadi pimpinan tertinggi di dua lembaga politik tersebut meminta para koleganya agar jangan dulu memberhentikan dirinya, baik sebagai Ketua DPR RI maupun sebagai Ketua Umum DPP Partai Golkar.

Berikut kedua surat yang ditulis Novanto dalam 

Yth DPP Partai Golkar,

Bersama ini disampaikan. Tidak ada penyerahan/pemberhentian sementara/permanen terhadap saya selaku Ketua Umum Partai Golkar. Dan untuk sementara saya tunjuk Plt Ketua Umum Idrus Marham, Plt Sekjen Yahya Zaini atau Aziz Syamsuddin. Demikian harap dimaklumi. Jakarta, 21/11/2017. 

Setya Novanto.

Yth Pimpinan DPR RI,

Bersama ini saya selaku ketua DPR RI sedang menghadapi kasus hukum proyek eKTP yang disidik oleh KPK, saya mohon pimpinan DPR RI lainnya dapat memberikan kesempatan saya untuk membuktikan tidak ada keterlibatan saya. 

Dan untuk sementara waktu tidak diadakan rapat pleno sidang MKD terhadap kemungkinan menonaktifkan saya baik selaku ketua DPR RI maupun selaku anggota dewan
Demikian disampaikan Jakarta 21/11/2017

Setya Novanto


ebiet/me