20 January 2020, 17:41 WIB
Last Updated 2020-01-20T10:41:52Z
peristiwa

Truk Tangki Dilalap Si Jago Merah

Advertisement
( Truck Tanky Berisi BBM terbakar di SPBU jalan Banjar - Pangandaran )

MEJAHIJAU.NET, BANJAR - Sebuah Truk tangki bermuatan BBM dengan Nomor Polisi E 9074 YB terbakar di SPBU Jalan Pangandaran, Desa Sukamukti, Kec. Pataruman, Kota Banjar, Jawa Barat. Mobil tersebut terbakar diduga terjadi saat truk melakukan pengisian BBM di SPBU. 

Salah satu saksi mata yang merupakan karyawan SPBU, Roni Sabani mengatakan kejadian kebakar truk tangki tersebut diperkirakan sekitar jam 15.25 WIB. Menurut Roni, kebaran tersebut terjadi Saat mencurahkan BBM ke dalam penampung dan tiba-tiba saat pembongkaran BBM ada percikan besar di bagian bawah dan kemudian meledak.

"Awal kejadiannya ketika Truk tangki yang mengangkut BBM mencurahkan BBM kedalam penampung kemudian tiba-tiba mengeluarkan percikan yang besar dibagian bawah sampai meledak. Api pun langsung membesar karena angin kencang sehingga menghabiskan sebagian belakang truk tangki, Api berasal dari bawah mobil," ungkapnya, kepada MEJAHIJAU.NET di lokasi kejadian, Senin (20/01/2020).

Saksi lainnya, Yoga warga Sukamukti menambahkan, akibat kejadian kebakaran truk tangki tersebut yoga mendengar ada beberapa kali ledakan kencang, api membesar, dan jalanan menjadi macet panjang. 

" Api semakin membesar karena tiupan angin yang kencang, jalan ditutup dan macet panjang, trus tadi Ada ledakan kenceng beberapa kali terdengar," ujarnya. 

Tidak lama kemudian Petugas dari pemadam kebakaran Kota Banjar datang ke lokasi kejadian. Dua mobil damkar diterjunkan untuk memadamkan api yang semakin membesar, sekitar 1 jam kemudian berkat kerja keras dari petugas pemadam kebakaran.

" Api alhamdulillah padam kurang lebih satu jam kemudian," kata kepala UPTD penanggulangan dan pencegahan kebakaran kota Banjar Aam Amijaya. 

Kapolres Banjar AKBP Yulian Perdana tiba di lokasi kejadian setelah si jago merah dijinakan oleh petugas pemadam kebakaran. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu dan diprediksi kerugian mencapai ratusan juta rupiah. (BM)