13 February 2020, 16:09 WIB
Last Updated 2020-02-13T09:10:55Z
AKTIVIS

HIPMI Jabar Ajak Mahasiswa Jadi Pengusaha

Advertisement

( Kegiatan Seminar HIPMI Jabar di Ruang Aditorium STISIP BP Banjar yang bertajuk Ayo Jadi Pengusaha, Pengaruh Era Digital 4.0 dalam Bisnis Pemula )

MEJAHIJAU.NET, BANJAR - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jawa Barat gelar Kuliah Umum dengan Tema "Ayo Jadi Pengusaha, Pengaruh Era Digital 4.0 dalam Bisnis Pemula". Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Pemerintahan (STISIP) Bina Putera Kota Banjar, Kamis (13/02/2020).

Pemateri sendiri yakni 3 calon Ketua HIPMI Jawa Barat tahun 2020-2023 Jimmi Hendrix ST., M Kom, Surya Batara Kartika. ST dan Rayhan Nuradithia.

Jimmi Hendrix ST., M Kom menjelaskan, pengusaha harus fokus memiliki bagian yang berpotensi pada karakter pengusaha tersebut baik bagian produksi atau pemasaran.

" supaya usaha yang dilakukan tersebut bisa saling koordinasi antara produsen dan pemasaran", Jelasnya.

Surya Batara Kartika. ST sendiri membahas tentang cara membangun mental bisnis sejak dini.

Menurutnya, Mental merupakan modal utama bagi seorang pengusaha karena jika mental tidak di tumbuhkan sejak dini, mau berusaha sebaik apapun pada akhirnya akan jatuh juga karena tidak siap banting.

"Poin yang harus di miliki untuk membentuk mental bisnis yaitu Rasa ingin tau yg tinggi, Rasa percaya diri,Kreatif dan inovatif, Optimis, peka dengan peluang, Konsisten dan presisten dan harus diimbangi dengan Asah Softskil, Aktif berorganisasi, Bangun jaringan seluas luasnya, Do'it praktikan rencanakan, mulai,kembangkan, dan pantang menyerah",Terangnya.

Sementara Rayhan Nuradithia Memberikan arahan tentang peran HIPMI. Menurtnya, banyak Potensi bisnis yang bisa di angkat dan mempunyai peluang yang sangat besar.

"untuk memulai bisnis itu harus dari sebuah masalah, sehingga dari masalah tersebut hingga lahirnya keinganan untuk berbisnis",Paparnya.

Salah satu peserta seminar, Baiti Jannati yang juga selaku Ketua Kohati Kota Banjar mengatakan, Dirinya  mengapresiasi kegiatan kuliah umum tersebut. 

Menurutnya, kegiatan ini akan memberikan bekal kepada kita selaku generasi muda agar mempunyai mental pengusaha sejak dini.

"Anak muda/Mahasiswa setelah lulus kuliah bingung menghadapi dunia kerja, apalagikan indonesia akan mengalai bonus demografi  pada tahun 2030 dengan jumlah usai produktif 15-65 tahun sehingga banyak membutuhkan pekerjaan",Ujarnya.

Baitti juga mengatakan bahwa peran HIPMI hadir untuk menjawab tentang persoalan bonus Demografi tersebut, agak bisa melahirkan para pengusaha yang mampu berwirausaha dan membuka lapangan pekerjaan.

" Mungkin saja HIPMI ini jawaban untuk menghadapi Bonus Demografi tersebut, supaya lahir pengusaha yang berkompeten dan membantu membuka lapangan pekerjaan", Pungkasnya. (BM)