27 February 2020, 14:35 WIB
Last Updated 2021-07-10T13:16:40Z
HeadlineNews

HMI Himbau Pemkot Banjar Prioritaskan Pendidikan

Advertisement
( Budi Nugraha, Ketua Partisipasi Pembangunan Daerah (PPD) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kota Banjar )

MEJAHIJAU.NET, BANJAR - Dalam kehangatan peringatan Hari jadi ke-17 Kota Banjar, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Banjar himbau pemkot Banjar untuk memprioritaskan pendidikan untuk menjawab permasalahan bahwa Banjar "Kronis Daya Beli Masyarakat".

DWakil Walikota, H.Nana Suryana menyebutkan, prioritas Banjar kedepan masih sama untuk mensejahterakan masyarakat. Menurut Nanaia Banjar belum maksimal dalam mensejahterakan masyarakat dan kronis daya beli masyarakat sebagai masalah besar di pemkot Banjar. 

"Di usia Banjar ke-17 ini Banjar memang belum maksimal pada tujuan memprioritaskan kesejahteraan masyarakat meskipun sudah banyak upaya dan progres yang di lakukan untuk Banjar lebih baik lagi, dan masalah banjar saat ini kronisnya daya beli masyarakat",Ujarnya saat di wawancarai MEJAHIJAU.NET Setelah Rapat Paripurna di gedung DPRD beberapa waktulalu.

Nana menambahkan, mengenai pembangunan itu bukan tujuan akhir melainkan tujuan antara. 

"Kami tegaskan untuk pembangunan di Banjar itu bukan tujuan akhir tapi tujuan antara untuk memagnet orang datang ke Banjar, setelah itu pemkot memfasilitasi dengan cara supaya orang tersebut mau bertransaksi di kota Banjar", Tandasnya. 

Menanggapi hal itu, Budi Nugraha, Ketua Partisipasi Pembangunan Daerah (PPD) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kota Banjar mengatakan bahwa point utama untuk menjawab permasalahan di Banjar itu kurangnya perkumpulan manusia. 

"Saya pikir point utama di Banjar itu kurangnya perkumpulan manusia dan kalo pemkot prioritaskan pendidikan contoh dengan mendirikan Universitas di Banjar otomatis itu akan menambah perkumpulan orang di Banjar, dan itu bisa membantu untuk mengawali peningkatann perekonomian di kota Banjar",Ujarnya.

Budi menambahkan Banjar sekarang lebih memprioritaskan pembangunan wisata. Menurut Budi, secara letak geografis kota banjar di himpit daerah yang punya banyak wisata. 

"Saya melihat Banjar banyak membangun wisata, bukan tidak sepakat dengan pembangunan wisata, tapi lebih baik kota banjar harus merevitalisasi kerangka berfikir kembali tentang konsep distenasi wisata karena secara letak geografis saja Banjar ini perbatasan dengan pangandaran yang banyak wisata untuk memagnet  sekala nasional bahkan international, Banjar juga perbatasan dengan provinsi jawa Tengah dalam sekala distenasi wisata lebih jauh magnetnya dari pada kota banjar,  belum ciamis yang kesanahnya tasik,  artinya kota banjar terhimpit oleh berbagai kota/kabupaten yang jauh lebih secara sekala distenasi wisatanya membuat magnet masyarakat lebih tinggi kebanding kota banjar" Tuturnya.

Lebih Lanjut Budi menyebutkan, jika Pemkot Banjar belum memiliki universitas,  kota banjar hanya mempunyai lima perguruan tinggi saja. 

"Saya lihat Banjar belum ada Universitas hanya ada 5 Perguruan tinggi saja sedangkan secara letak geografis kota banjar di himpit oleh kota/kabupaten yang sudah mempunyai universitas,  semisal kabupaten ciamis,  tasik,  purwokerto,  bahkan pangandaran sudah mempunyai universitas,  artinya kota banjar harus mempunyai universitas untuk mampu bersaing dengan tarap kota/kabupaten tetangga minimalnya, jangan sampai lulusan sekolah banjar malah kuliah di luar banjar,  tapi bagaimana menarik lulusan sekolah luar bisa kuliah di banjar", Tandasnya. 

Budi juga mengatakan setelah ada Universitas, perputaran ekonomi di kota banjar akan meningkat, dan akan selesaikan masalah Banjar mengenai kronisnya Daya beli masyarakat. 

"Kalo sudah ada Universitas perputaran ekonomi pun bisa di awali semisal kontrakan akan menambah,pedagang akan laku,ditambah dengan Bonus demografi dimana tantangan sekaligus kesempatan besar, Penduduk usia produktif diprediksi mencapai 64 persen dari total jumlah penduduk yang diproyeksikan sebesar 297 juta jiwa. Artinya Banjar harus siapkan pemuda yang mempunyai SDM berkualitas,  karna nanti kita akan menghadapi tantangan sangat besar.  Dengan adanya universitas tentunya kota banjar sudah ikut serta dalam pembangunan SDM dalam ranah pendidikan,yang tentunya perputaran ekonomi akan meningkat dan saya sangat mendorong untuk menciptakan universitas di kota banjar, Pungkasnya (BM).