10 February 2020, 09:54 WIB
Last Updated 2020-02-10T02:54:49Z
AKTIVIS

HMI : Hitung Ulang Makna Dibentuknya Kota Banjar

Advertisement
( Ketua Umum HMI Cabang Kota Banjar saat ditemui MEJAHIJAU.NET )


MEJAHIJAU.NET, BANJAR - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kota Banjar sebut Tata Kelola Pemkot Banjar belum maksimal. 

Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kota Banjar Ramadhani Bin Rasikun mengatakan, Pada Jum'at  21/02/2020 mendatang, Kota Banjar genap berusia 17 tahun. Menurutnya, di usianya yang bertambah dewasa, masih banyak hal yang patut di apresiasikan Pemkot Banjar dan masyarakat perlu merespon perkembangan kota Banjar selama ini.

Lebih lanjut Ramdani menyebutkan, sistem tata kelola di pemkot Banjar belum maksimal, baik pada sistem informasi publik/sistem laporan pertanggung jawaban. 

"Sitem Tata kelola yang baik belum maksimal, akses informasi masih susah untuk di ketahui masyarakat, sistem laporan pun pemerintah lebih mengutamakan peruntukan kepada lembaga terkait dari pada ke masyarakat, padahal pasalnya pertanggung jawaban pemerintah itu di peruntukan untuk masyarakat", Ujarnya saat ditemui MEJAHIJAU.NET, Minggu (09/02/2020). 

Ramadhani menbahkan, dengan Kondisi pemerintahan yang seperti ini, Ramdhani menganggap pemerintah kota Banjar seperti membatasi jarak dengan masyarakatnya. 

" Kehadiran pemerintah melalui kebijakan publik masih minim untuk menjembatani kebutuhan masyarakat kota Banjar, faktanya banyak warga Banjar berjuang sendiri-sendiri karena minimnya akses yang membantu dari pemerintah kota banjar",Tuturnya. 

Ramdhani menegaskan, Pemerintahan Kota Banjar harus bisa menghitung kembali makna dibentuknya kota Banjar menjadi kota Administratif. 

"Saya rasa masih banyak hal janggal lainnya yang tidak bisa disebutkan semua. Hanya saja, saya berharap di usianya yang ke 17 tahun ini, kota banjar dapat bermuhasabah dengan menghitung ulang tentang makna tujuan di bentuknya banjar menjadi Kota Administratif menjadi Kota Pemerintahan hingga saat ini", Pungkasnya.(BM).