09 July 2020, 13:35 WIB
Last Updated 2020-07-09T06:35:40Z
BIROKRAT

Dalam tangani Covid-19, Pemkot Banjar sudah lakukan ribuan pemeriksaan

Advertisement

BANJAR - Dalam upaya pencehahan penyebaran Covid-19, Pemerintah Kota Banjar melalui Dinas Kesehatan Sudah melakikan ribuan tes dengan alat Rapid Diagnosis Test (RDT).

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kota Banjar, dr.Agus Budiana saat pemeriksaan RDT di Kecamatan Langensari, Kota Banjar, Kamis (9/8/2020).

Agus menyebutkan, pihaknya sudah sering melakukan berbagai pemeriksaan terkait penanganan Covid-19 di Kota Banjar.

"Untuk alat yang disiapkan ada sekitar 5200 alat Rapid, yang mana sudah dipergunakan dan tersisa sekitar 1000 alat Rapid Test," ujarnya.

Lebih lanjut, Agus mengatakan dalam pemeriksaan di Kecamatan Langensari pihaknya menargetkan sekitar 200 pemeriksaan yang mana pemeriksaan tersebut dilakukan secara masal dan khusunya untuk perangkat Desa Kecamatan ini.

"Namun total yang diperiksa ada 95 orang dan mereka semuanya dinyatakan non reaktif,"imbuhnya.

Selain itu, Agus mengatakan jika dalam pemeriksaan RDT kali ini pihaknya langsung melanjutkan pemeriksaan Swabi terhadap masyarakat yang reaktif tersebut.

"Kami langsung lakukan pemeriksaan Swab dan menyarankan orang tersebut untuk melakukan isolasi mandiri sampai hasil Swab keluar," jelasnya.

Sementara itu, Rosadi perangkat Desa Langensari Kecamatan Langensari Kota Banjar mengatakan, dirinya mendapatkan undangan dari Desa untuk mengikuti pemeriksaan tersebut.

"Saya datang saja, supaya bisa mengetahui Kesehatan diri saya, meskipun ya rasa khawatir sih ada tapi apa boleh buat dari pada kita sakit dan merugikan orang banyak," ungkapnya.

Ketika hasil pemeriksaan telah keluar dan dinyatakan semuanya non reaktif, Rosadi mengaku dirinya merasa tenang dan akan tetap melakukan Protokol Kesehatan dengan disiplin.

"Tidak ada yang reaktif, padahal saya semalam habis gadang dan pola hidup kurang baik, tapi tetap yang awalnya saya takut karena hal tersebut namun ketika hasil keluar dan tidak reaktif saya menyarankan untuk masyarakat supaya mau dan jangan takut untuk mengikuti pemeriksaan yang dilakukan pemerintah ini, karena belum tentu ketika kurang tidur bakalan dinyatakan reaktif, Yang bagus sih pola hidup dijaga kalo tidak terlalu penting sebaiknya jangan dipaksakan untuk beraktivitas dan tetap menjaga Protokol kesehatan," terangnya. (BM/AO).