Tito Santiko
21 February 2026, 20:49 WIB
Last Updated 2026-02-21T13:54:58Z

Gubernur KDM Dorong Banjar Jadi Magnet Pariwisata di HUT ke-23

Advertisement





BANJAR, Mejahijau.,Net – Suasana penuh khidmat dan nuansa tradisional menyelimuti Rapat Paripurna DPRD dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-23 Kota Banjar. Gelaran yang berlangsung di Gedung DPRD Kota Banjar, Jawa Barat, pada Sabtu (21/2/2026) ini dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Barat, KDM.


Kehadiran orang nomor satu di Jawa Barat tersebut menambah semarak perayaan. Tampak hadir pula Wali Kota Banjar, H. Ir. Sudarsono, didampingi Wakil Wali Kota H. Supriana. Uniknya, dalam sidang paripurna tersebut, para pemimpin daerah beserta jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kompak mengenakan busana tradisional Sunda. Hal ini semakin mengukuhkan identitas dan akar budaya Kota Banjar sebagai bagian tak terpisahkan dari Tatar Sunda.


Dalam sambutannya, Gubernur KDM menyampaikan sejumlah arahan strategis bagi pembangunan Kota Banjar ke depan. Ia menekankan potensi besar yang dimiliki kota tersebut, terutama jika mampu bersinergi dengan daerah tetangga yang telah lebih dahulu dikenal sebagai destinasi wisata unggulan.


"Banjar harus mampu 'memangpatan' Pangandaran. Artinya, Banjar harus memiliki magnet atau daya tarik tersendiri, khususnya di bidang pariwisata," ujar Gubernur KDM di hadapan para peserta sidang.


Pernyataan "memangpatan" yang dilontarkan Gubernur menjadi penekanan penting. Ia melihat posisi geografis Kota Banjar yang strategis, berbatasan langsung dengan Kabupaten Pangandaran yang sudah dikenal luas sebagai destinasi wisata bahari, merupakan sebuah keuntungan. Alih-alih hanya menjadi kota lintasan menuju Pangandaran, Banjar justru harus mampu mengembangkan potensi lokalnya sehingga wisatawan merasa perlu untuk berhenti dan menikmati apa yang ditawarkan Kota Banjar.


Gubernur KDM mendorong Pemerintah Kota Banjar untuk segera memetakan potensi unggulan yang bisa dikembangkan menjadi destinasi wisata mandiri. Menurutnya, dengan memiliki magnet pariwisata sendiri, arus kunjungan wisatawan ke Pangandaran juga akan memberikan dampak ekonomi ganda bagi Banjar. Mulai dari sektor kuliner, kerajinan tangan, hingga jasa akomodasi.


"Jangan sampai kita hanya menjadi penonton dari keindahan Pangandaran. Kita harus bersama-sama membangun ekosistem pariwisata yang saling menguntungkan. Wisatawan yang puas berlibur di Pangandaran, bisa singgah dan berbelanja di Banjar, begitu pula sebaliknya," tambahnya.


Wali Kota Banjar, H. Ir. Sudarsono, menyambut baik arahan dari Gubernur tersebut. Ia mengaku siap untuk bergerak cepat dalam merealisasikan visi pariwisata yang terintegrasi. Pihaknya akan segera melakukan koordinasi lintas sektor untuk mengidentifikasi dan mengembangkan potensi unggulan yang dimiliki Kota Banjar.


"Kami berterima kasih atas arahan dan dukungan dari Bapak Gubernur. Ini menjadi semangat baru bagi kami di usia yang ke-23 ini. Ke depan, kami akan fokus pada pengembangan sektor-sektor yang bisa menjadi daya tarik, sehingga Banjar tidak hanya menjadi kota transit, tetapi juga tujuan wisata yang nyaman dan menarik," ujar H. Ir. Sudarsono.


Usia ke-23 diharapkan menjadi momentum kebangkitan Kota Banjar, tidak hanya dalam tata kelola pemerintahan, tetapi juga sebagai kekuatan baru dalam sektor pariwisata di Jawa Barat bagian selatan.(***)