Advertisement
Seperti yang telah kita ketahui bahwa tujuan Transmigrasi selain pemerataan penduduk dalam suatu wilayah juga upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat kalangan bawah dengan cara membuka lahan kosong untuk dijadikan lahan pertanian, terkait dengan program Transmigrasi asal Kabupaten Kuningan, Jawa Barat tahun 2026 belum terdata.
Menurut Kabid (kepala bidang) Penempatan Kerja dan Transmigrasi Disnakertrans Kab Kuningan Yanto Chrisdianto, S.Ip (51) ketika ditemui diruang kerjanya (11/2) mengatakan, prospek Transmigrasi di Kab Kuningan begitu membanggakan, hal ini pemahaman tentang program Transmigrasi dapat dimengerti oleh masyarakat, namun untuk tahun 2026 peserta Transmigrasi belum terdata karena pihak Kementrian belum menentukan quota juga dana pendamping dari APBD II belum teranggarkan.
Masih jelas Yanto Chrisdianto, peserta Transmigrasi asal Kab Kuningan pada tahun 2024 dan 25 tercatat ada 10 orang, data tersebut kemungkinan sampai tahun 2026 dewasa ini bisa bertambah, sebab masyarakat yang ada di Kab Kuningan sepertinya ingin merubah nasib dari keterpurukan dimasa krisis ekonomi.
![]() |
| Kabid Penempatan Kerja dan Transmigrasi Disnakertrans Kab Kuningan Yanto Chrisdianto, S.Ip |
"kami mendapat informasi, bahwa ada salah seorang peserta Transmigrasi yang sukses, ketika pulang kampung ke Kuningan mencalonkan kepala desa langsung menang dan sampai sekarang masih menjabat sebagai kepala desa" tambahnya dengan tegas.
Menurut H. Ramdani salah seorang pengamat sosial ekonomi asal penduduk Kecamatan Mandirancan, Kab Kuningan kepada awak media online Meja Hijau (11/3) mengemukakan, program Transmigrasi harus didukung oleh semua pihak hal ini untuk mensejahterakan masyarakat kecil khusus nya yang memiliki jiwa petani, "jangan sampai masyarakat punya pendapat bahwa Transmigrasi adalah membuang masyarakat ke wilayah lain dan meninggalkan kampung halaman, itu sebuah persepsi yang salah, bahwa Transmigrasi sudah ada dalam undang - undang dengan tujuan membina keterampilan bertani untuk hidup mandiri" ungkap H. Ramdani dengan nada intonasi tinggi. (Anton) ***

