Tito Santiko
11 February 2026, 18:13 WIB
Last Updated 2026-02-11T11:13:29Z

Rp 4,2 Triliun untuk Energi Hijau: Banjar Buktikan Diri sebagai Destinasi Investasi Baru

Advertisement

 


BANJAR, Mejahijau.Net --- Kota Banjar, mencatatkan terobosan besar dalam pembangunan ekonomi dan energi hijau. Pemerintah Kota (Pemkot) Banjar berhasil menarik investasi senilai Rp 4,2 triliun dari PT Indonesia Power untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 Mega Watt. Proyek strategis nasional ini akan merealisasikan komitmen Wali Kota dalam mengubah citra daerahnya di mata investor.


Wali Kota Banjar, Ir. H. Sudarsono, mengungkapkan bahwa proyek ini menjadi bukti nyata upaya perombakan persepsi. “Selama ini persepsi investor masuk Banjar itu sulit harus dihapuskan. Saya ingin menarik investor ke Banjar,” tegas Sudarsono dalam keterangannya, Rabu (11/2/2026). Sejak menjabat satu tahun lalu, ia menegaskan fokus utamanya adalah membangun kepercayaan dunia usaha.


PLTS raksasa yang menempati lahan seluas 130 hektare itu rencananya memulai konstruksi pada 2027. Proyek ini merupakan bagian dari tujuh titik pengembangan serupa oleh Indonesia Power di Jawa Barat. Kehadirannya tidak hanya akan memperkuat ketahanan energi regional, tetapi juga diproyeksikan menyumbangkan kontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Banjar ke depannya.


Tak berhenti di energi hijau, Pemkot Banjar secara agresif membuka peluang investasi di sektor lain. Pemerintah mengembangkan dua kawasan ekonomi baru, yaitu Kawasan Ekonomi Kota dan area komersial di sekitar Terminal. Untuk lokasi terminal, pemerintah telah menjajaki kerja sama dengan sejumlah merek makanan cepat saji ternama seperti KFC dan McDonald’s.


Guna mendukung iklim investasi yang kompetitif, Pemkot Banjar bahkan mengambil langkah drastis dengan menurunkan harga tanah di lokasi strategis. Sudarsono membeberkan, Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) di area terminal sudah mengalami tiga kali penurunan. “Dari harga awal Rp 1,8 juta per meter persegi, turun ke Rp 1,4 juta, dan akhirnya kami pangkas lagi menjadi Rp 1.035.000 per meter persegi,” jelasnya. Kebijakan tersebut ia ambil untuk merespons lambatnya minat investor pada harga sebelumnya.


Wali Kota Sudarsono mengakui bahwa seluruh upaya transformasi ekonomi ini ia lakukan di tengah tantangan krisis keuangan global dan nasional. Ia pun meminta peran aktif dari media dan publik. “Dalam situasi sulit ini, memberikan masukan dan suport, pers harus menjadi solusi untuk bisa lebih baik lagi. Saya tidak anti kritik,” tutupnya. Dengan langkah-langkah konkret ini, Banjar secara resmi menyatakan diri telah membuka pintu lebar-lebar bagi para investor.(***)