Advertisement
KUNINGAN, MH
Sejumlah orang yang tidak jelas asal - usulnya dari mana kemudian mengaku berprofesi sebagai wartawan tiba - tiba mereka datang ke sejumlah PKBM (pusat kegiatan belajar masyarakat) yang menyelenggarakan pendidikan non formal seperti paket B (stara SMP) dan paket C (stara SMA).
Informasi yang dihimpun awak media online Meja Hijau dari sejumlah nara sumber yang dapat dipertanggungjawabkan disebutkan, bahwa sejumlah oknum yang mengaku wartawan mendatangi PKBM yang ada diseluruh Kab Kuningan, diantara mereka ada satu orang yang asli wartawan memiliki media, sedangkan yang lainnya "liar" tidak bermedia juga tidak pernah berkarya menulis berita.
Sedangkan menurut salah seorang anggota LSM yang enggan ditulis jati dirinya kepada awak media Meja Hijau (13/2) menjelaskan, sejumlah pengelola PKBM merasa resah selalu didatangi oleh kelompok yang sama, mereka intimidasi, interogasi terus akhirnya meminta paksa uang minimal Rp 500 ribu bahkan jutaan.
"kami kasihan pak, sejumlah pengelola PKBM merasa tertekan, kami juga tahu kelompok tersebut bukan wartawan yang sebenarnya dan mereka tidak terdaftar di Diskominfo dan Promkopim Setda, namun sepak terjangnya seperti wartawan sungguhan dan kelompok mereka sudah kami ketahui identitasnya" ungkap salah seorang anggota LSM.
Lain halnya menurut Sodikin mantan aktivis pergerakan dari Condet Jakarta Timur dan sekarang tinggal di Kecamatan Cilimus Kab Kuningan kepada awak media online Meja Hijau (13/2) menjelaskan, "orang - orang yang mengaku wartawan datang ke setiap lembaga pendidikan itu tolol dan oon, benahi dulu administrasi media seperti KTA lalu berkarya menulis berita sebelum mereka konfirmasi kontrol sosialnya, sejumlah oknum wartawan gadungan tersebut bisa kena pidana, apabila pengelola lembaga pendidikan melaporkannya. (Anton) ***
