Advertisement
KUNINGAN, MH
Yang namanya kedatangan pejabat negara seperti bupati sebuah kebanggaan yang tidak terhingga, namun ketika kondisi tidak memungkinkan karena orang nomor satu didaerahnya begitu padat dan kemudian diwakili oleh stafnya yang menjabat di struktural, sontak saja kekecewaan pun timbul secara spontan.
Informasi yang dihimpun awak media online Meja Hijau disebutkan, pada bulan februari 2026 yang lalu secara kebetulan tiga ormas anak kolong (anak militer), seperti HIPAKAD (himpunan anak TNI angkata darat), PPM (pemuda panca marga) dan KB FKPPI (keluarga besar putra - putri purnawirawan TNI - Polri dan putra - putri TNI - Polri) Kabupaten Kuningan Jawa Barat, mengundang bupati Kuningan untuk hadir didalam acara ketiga ormas tersebut, Hipakad mengundang dalam rangka ulang tahunnya, PPM mengundang dalam rangka muscab (musawarah cabang) dan KB FKPPI 10.16 Kab Kuningan dengan acara giat silaturahmi dengan pembina sebelum pelaksanaan bulan suci ramadham pada waktu itu, ironisnya ketika KB FKPPI mengundang, bupati Kuningan mewakilkan kepada sekda, akhirnya sekda juga tidak sempat hadir dan menyuruh sekban Kesbangpol untuk mewakilinya, sekban Kesbangpol pun tidak hadir dia menyuruh staf bawahannya dan staf bawahannya datang terlambat pas acara sudah selesai.
Menurut pengamat sosial Hendra Gunawan, S.Ip yang mengaku penduduk Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, kepada awak media online Meja Hijau (4/3) dikediamannya mengatakan, "apabila pejabat setingkat bupati memiliki rutinitas kesibukan itu sudah pasti, namun sangat tanda tanya besar kenapa diundang hadir oleh ketiga ormas beliau secara berturut - turut tidak datang, malah semuanya mewakilkan, yang lebih tragis KB FKPPI yang diutus sekda, yang datang staf kesbangpol setingkat kabid atau kasi, semua ormas itu binaan pak bupati" ungkapnya dengan tersenyum sinis.
Sementara Bupati Kuningan DR. H. Dian Rahmat Yanuar, M.Si ketika ditemui diruang kerjanya lantai II gedung yang baru, (4/3) secara kebetulan sedang tugas luar. (Anton) ***
