03 March 2026, 15:47 WIB
Last Updated 2026-03-03T08:47:28Z
HeadlineNews

Tanaman Jagung Jadi Andalan Hasil Produksi Pertanian di Kabupaten Kuningan

Advertisement

KUNINGAN, MH


Dari tahun ketahun, Pemkab Kuningan Jawa Barat, selalu memotivasi petani jagung agar meningkatkan hasil produksinya, sebab Kab Kuningan sendiri ditekan oleh pihak Kementrian Pertanian RI agar memperbesar hasil produksinya dalam rangka meningkatkan swadaya pangan.

Untuk mengetahui kondisi tanaman jagung, awak media online Meja Hijau berinteraksi dalam komunikasi dengan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kuningan DR. Wahyu Hidayah, M.Hut dengan diwakili oleh Kabid Tanam Pangan Rohendi, SP, MM diruang kerjanya (3/3) mengatakan, tanaman jagung merupakan hasil pertanian yang memiliki prospek masa depan, yang mana setelah panen begitu dinantikan oleh para pengusaha untuk dikelola jadi pakan ternak, mengingat Kabupaten Kuningan sebagian masyarakatnya berternak ayam, bebek, sapi dan hewan lainnya.

Masih jelas Rohendi, jagung terbagi dua jenis yakni jagung manis untuk dikonsumsi dan jagung hibrida untuk bahan baku pakan ternak, "harga jagung yang sudah kering dan dipipil (dilepas yang sudah jadi biji) per kilo Rp 5.500,- " tambah Rohendi dengan tegas.


Untuk mengembangkan tanaman jagung, pihak diskatan bekerjasama dengan polres Kuningan, setiap polsek menanam jagung dilahan masing - masing yang sangat strategis. Pada tahun 2025 petani jagung menanam dilahan seluas 2.941 hektar, sedangkan tahun 2024 sebelumnya panennya lambat, sisa panen seluas 95 hektar, kemudian dipanen pada tahun 2025 dengan luas 336 hektar dengan produktivitas 57, 83 kwintal perhektar, hasil produksi tahun 2025 sebanyak 17.546 ton pertahun.

Ketika disinggung awak media online Meja Hijau terkait tentan pemasaran, Rohendi spontan menjawab, "untuk pemasaran tidak ada masalah, sebab hasil panen jagung sudah siap ada yang beli. Kemudian pihak bulog penampung hasil panen dan bekerjasama dengan sejumlah pabrik pakan" ungkapnya dengan tegas. (Anton) ***