Post ADS 1
16 April 2026, 18:04 WIB
Last Updated 2026-04-16T11:04:00Z
HeadlineNews

Ormas Anak Kolong KB FKPPI dan PGRI Mengecam Keras Terhadap Sejumlah Wartawan Gadungan Yang Hina Kepala SD

Post ADS 1
Ilustrasi 

KUNINGAN, MH

Keluarga Besar KB FKPPI 10.16 Kabupaten Kuningan Jawa Barat bersama PGRI Kecamatan Cibingbin, mengecam keras terhadap sejumlah pengangguran yang mengaku wartawan yang diduga akan melakukan pemerasan juga penghinaan terhadap Syarif Hidayat, S.Pd, MM salah seorang kepala sekolah yang bertugas di Kecamatan Cibingbin dan juga sebagai ketua K 3 S SD di Kecamatan tersebut.

Menurut Syarif Hidayat korban penghinaan wartawan gadungan kepada media online Meja Hijau (15/4) mengatakan, beberapa hari kebelakang ia menerima telp dari orang yang tidak dikenal, ketika telp tersebut diangkat dua orang yang mengaku nama Yudi dan Fiktor menunggu di kantor Koorwil Bidang Pendidikan SD Kecamatan Cibingbin untuk meminta bantuan uang jutaan rupiah guna kegiatan redaksinya yang ada di Jakarta.

Masih jelas Syarip Hidayat, ia mendengar permintaan yang tidak wajar merasa tidak nyaman, kemudian telp yang ia pengang langsung ditutupnya.

Selang kemudian wartawan gadungan yang mengaku bernama Yudi dan fiktor tersebut kembali meneleponnya, karena tidak diangkatnya, kedua wartawan gadungan tersebut mengirim chat dengan tulisan, "Heh monyet, anjing, goblog tolong diangkat telp nya" ungkap Syarif Hidayat dalam menyampaikan ucapan kedua orang yang mengaku dari media tersebut.

Satgas KB FKPPI Kab Kuningan berikut PGRI dan masyarakat di Kecamatan Cibingbin begitu sangat menyesalkan atas penghinaan dan cobaan tindakan dugaan pemerasan terhadap anggotanya, "kepada sejumlah rekan - rekan yang mengaku dari media, kalian jangan memaksakan mengaku berprofesi wartawan apabila tidak bisa apa - apa, akhirnya kalian salah kaprah" ucap salah seorang satgas KB FKPPI pada awak media online Meja Hijau.

Ketua KB FKPPI 10.16 Kabupaten Kuningan Agus Suryo Septiyudi, S.Sos, MM mengemukakan, "kami ormas anak kolong tentara dan polisi tidak pernah mengganggu terhadap siapapun, namun ketika anggota kami diganggu ini jelas sebuah penghinaan, akan kami tempuh dengan cara jalur hukum atau lain - lain" ujar Agus Suryo dengan tegas. (Anton)