KUNINGAN, MH
Sepak terjang sejumlah oknum yang mengaku wartawan semakin meresahkan masyarakat, bukan hanya keliling desa, sekolah dan lembaga pendidikan non formal paket B dan C dengan tujuan intimidasi, interogasi dan penghinaan mereka juga dalam manuvernya sudah berbuat melanggar hukum.
Menurut Syarif Hidayat, S.Pd, MM salah seorang kepala SDN di Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan Jawa Barat, yang juga sebagai ketua K 3 S Kec Cibingbin, kepada awak media online Meja Hijau (15/4) mengemukakan, ia diteror melalui telepon selular dengan cara miskol hampir tiap waktu bahkan tiap hari. "karena tidak diangkat, oknum tersebut mengeluarkan kata - kata kasar dengan menyebut nama sejumlah binatang ditambah bahasa yang kurang enak dibaca, teror tersebut sangat sering dilakukan oleh oknum yang nomor Hp nya sama" ungkap Syarip Hidayat.
Lebih jauh Syarif Hidayat memaparkan, sejumlah sekolah baik SD, SMP, SMA dan yang lainnya rutin didatangi oleh kelompok yang mengatas namakan wartawan. Tetapi mereka tidak pernah memperlihatkan koran, atau karya tulisannya baik dimedia cetak atau online.
Menurut Hendra Rukmana, SH yang juga mantan wartawan online dari Jakarta yang sekarang sukses menjadi pengusaha di Kec Luragung mengemukakan, apabila ada oknum yang mengaku wartawan dengan sikap dan manupernya arogan, berarti dia bodoh seperti kebo, apalagi sampai meneror melalui telp selular, wartawan yang asli akan dalam melaksanakan tugasnya sopan dalam sikap dan santun dalam bahasa juga mengindahkan kode etik jurnalistik.
Data dan informasi yang diterima awak media online Meja Hijau disebutkan, sejumlah oknum wartawan gadungan yang sering ke Kec Cibingbin datanya sudah dikantongi termasuk oknum yang meneror.
Ketua ormas KB FKPPI (keluarga besar putra - putri purnawirawan TNI - Polri dan putra - putri TNI Polri) PC 10.16 Kab Kuningan Agus Suryo Septiyudi, S.Sos, MM ditempat terpisah mengatakan, Syarip Hidayat yang menjabat sebagai ketua K 3 S Kec Cibingbin adalah pengurus KB FKPPI Kab Kuningan, selama yang bersangkutan melaksanakan tugas dengan benar, kemudian ada oknum yang mengganggu tentunya akan dibela, "apakah melalui jalur hukum atau dengan hal yang lain" ungkap Agus Suryo dengan tegas. (Anton) ***

