Post ADS 1
27 May 2026, 11:37 WIB
Last Updated 2026-05-27T04:37:54Z
Headline

Generasi Penerus Koruptor Tumbuh Dan Berkembang Pesat

Post ADS 1

Oleh : ANTON SUNANTON

Wakil Ketua Bidang Humas KB FKPPI PC 10.16 Kabupaten Kuningan - Jawa Barat
( Jurnalis Online Meja Hijau )

Ijin Ketua dan Senioritas

SELAMA dunia berputar dengan kencang didalam porosnya, selama itu pula korupsi berjalan dengan mulus dan tidak akan berhenti walaupun tindakan pelanggaran hukum sering ditegakan tanpa pandang bulu.

Banyak para koruptor senior yang telah dipenjarakan baik oleh Kejaksaan Agung maupun KPK (komisi pemberantasan korupsi) namun generasi koruptor kembali hadir dilingkungan kita tumbuh dan berkembang pesat, hal ini terbukti banyak oknum pejabat berusia muda sudah berani belajar korupsi, awalnya kecil - kecilan karena ketagihan manuvernya menjadi besar.

Untuk maling uang negara atau uang rakyat selama peluang dan celah terbuka lebar kesempatan tersebut mereka lakukan dengan penuh hati - hati, sang maling tidak sendirian pasti mereka berkelompok untuk bersekongkol dalam mengatur strategi, itulah kejelian berikut kecerdasan para koruptor di negeri ini.

Guru hingga sampai dosen tidak pernah mengajarkan hal - hal yang begitu buruk dan rendah terhadap semua peserta didiknya, bahkan mereka memberikan edukasi bagaimana caranya agar menghindari dari perbuatan melanggar hukum, namun anehnya sejumlah koruptor yang masa lalunya menjadi anak didik para guru dan dosennya tahu - tahu namanya tercarat menjadi tahanan kejaksaan atau KPK, " inilah seorang murid yang brengsek dan menjadi maling " ungkap salah seorang dosen senior disalah satu perguruan tinggi negeri di Kota Bandung, Jawa Barat.

Dari mulai tahun 2024, 2025 dan 2026 tercatat sejumlah korupsi di negeri ini begitu parah, dalam operasi tangkap tangan (OTT) kebanyakan didominasi oleh kepala daerah seperti bupati dan walikota yang ada diseluruh Indonesia, demikian pulan jauh sebelumnya sejumlah oknum gubernur dan oknum mentri juga kena OTT dan kasusnya sudah dilimpahkan ke pihak Kejaksaan dan KPK.

Ada yang bilang bahwa korupsi tidak akan hilang secara totalitas, sebab korupsi adalah rankaian "kebiasaan secara turun temurun" Ditambah lagi dengan adanya generasi penerus korupsi, sepertinya korupsi sudah mengakar juga mendarah daging dari mulai pucuk, tangkai berikut sampai akar, padahal antisipasi jauh sebelumnya sudah dipersiapkan dari mulai sistem pemeriksaan keuangan negara oleh personal BPK (badan pemeriksa keuangan), Inspektorat Jendral (Irjend) berikut lembaga lainnya, namun tikus - tikus tetap berkeliaran dan rubuhnya semakin gemuk akibat kekenyangan menggrogoti uang anggaran negara. **