KUNINGAN, MH
Luka yang mendalam serta sedih mengiringi sikap puluhan bahkan ratusan siswa yang tidak diterima disejumlah sekolah yang diinginkannya, mereka mengurung diri bahkan sampai tidak nafsu makan walaupun para orang tua mereka sudah memberi pemahaman bahwa sekolah yang berada dimanapun sama.
Pengalaman sedih yang tidak terhingga dialami oleh Mawar (15), sengaja nama dan alamatnya disamarkan, ia penduduk Kuningan Kota, yang bersangkutan gagal masuk zonasi dalam PPDB (penerimaan peserta didik baru) disalah satu SMA Negeri yang diharapkannya Mawar selalu murung juga menangis dengan tidak diterimanya disekolah yang di idamkannya, gadis ABG (anak baru gede), tersebut selalu menangis dan begitu ambisius ingin masuk sekolah yang dicita - citakan waktu ia masih duduk kelas 7 dan sekarang setelah tamat SMP kandas tidak diterima, kedua orang tuanya cemas juga sedih, " saya pusing pak, si neng selalu murung dan menangis, padahal saya sudah berupaya membujuk agar dia masuk ke sekolah lain " ungkap kedua orang tuanya yang memiliki ekonomi yang begitu mapan.
Hal serupa dialami oleh Boy Putra (15), juga namanya disamarkan, yang bersangkutan juga gagal masuk kesekolah maung karena kondisional tidak memenuhi kriteria, secara fsikologis yang bersangkuta selalu melamun dan tidak mau makan, ia begitu terpukul ketika teman - teman sekelas di SMP nya diterima, mungkin harga dirinya jatuh dan bikin mentalitasnya jatuh, kedua orang tuanya sudah memberikan edukasi agar sabar dalam menghadapi semua ini.
Menurut H. Suhardiman, M.Pd yang mengaku sebagai pengamat pendidikan asal penduduk Kecamatan Luragung, Kabupaten Kuningan, kepada awak media online Meja Hijau dikediamannya (16/6) mengatakan, sejumlah anak yang tidak diterima disekolah yang diinginkan mengalami perubahan mental itu wajar, karena kekecewaannya sangat mendalam, kedua orang tuanya harus bersabar dan bisa memberikan pemulihan mental agar tidak larut dengan kekecewaannya, " saya yakin anak - anak akan melupakan kekecewaannya apabila kedua orang tua juga keluarganya memberikan masukan bahwa dengan tidak diterimanya disekolah yang direncanakan ada hal - hal yang tidak terpenuhi oleh para anak peserta didik baru " ungkap Suhardiman dengan tegas. (Anton) ***
