KUNINGAN, MH
Beban guru dalam tugas sehari - hari begitu berat selain harus mempersiapkan materi pelajaran juga ada hal yang terlalu pribadi yakni pinjaman ke lembaga keuangan baik bank maupun non bank, kemudian ada tambahan lain yakni pungutan diluar iuran anggota PGRI.
Terkait dengan beban mental guru yang begitu berat, salah seorang guru SDN yang enggan ditulis jati dirinya kepada sejumlah awak media online (1/10) mengemukakan, ia mewakili para guru diseluruh Kecamatan Hantara, Kabupaten Kuningan Jawa Barat, bahwa di Kecamatan Hantara lagi resah sehubungan dengan adanya pungutan diluar iuran anggota PGRI yakni setiap guru PNS dan P 3 K diminta uang Rp 100 ribu perorang untuk kaos dan ditambah uang kegiatan lainnya Rp 100 ribu jadi total Rp 200 ribu ditambah setiap siswa diminta perorang Rp 1 ribu, padahal anggota PGRI di Kecamatan Hantara sudah memberikan iuran perbulan Rp 25.000,-
" Itu uang perbulan Rp 25 ribu dikemanakan, anggota PGRI tidak pernah diajak rapat, mungkin yang rapat adalah kalangan pengurus cabang " ungkapnya dengan nada kesal.
Ketua Cabang PGRI Kecamatan Hantara Didi, S.Pd ketika diminta konfirmasi terkait dengan dugaan pungutan diluar iuran resmi, pihaknya tidak memberikan keterangan secara detail, " kami akan koordinasi dulu dengan ketua panitia " tambah Didi setengah grogi
Mantan Ketua PGRI Kab Kuningan, H. Pipin Mansur Arifin, M.Pd yang juga sebagai sekdis Disdikbud mengemukakan, ketika yang bersangkutan jadi pengurus ia hanya mengamodir uang iuran Rp 8.000,- peranggota, ketika diminta penjelasan lebih jauh, ia tidak memberikan komentar karena sudah bukan lagi ketua PGRI.
Sementara Ketua PGRI Kab Kuningan Ida Suprida, S.Pd, MM memberikan komentar, menurutnya semua kepala cabang bertugas sesuai dengan prosedur yang benar, " apabila ada hal - hal diluar iuran anggota, para ketua cabang dan ranting sudah merapatkan tentang kebijakan melalui musawarah " tegas Ida Suprida melalui telp selularnya. (Anton) ***


