29 December 2016, 13:33 WIB
Last Updated 2016-12-29T06:33:56Z
POLISI

Ramlan 'Pemain' Lama, Sambilan Jadi Sopir

Advertisement
MEJAHIJAU.net, Cirebon - Ramlan Sibutar-butar pelaku perampokan dan pembunuhan sadis di sebuah rumah mewah di Jalan Pulomas Utara Nomor 7A, Kayu Putih, Pulogadung, Jakarta Timur, Senin 26 Desember 2016 lalu, sehari-harinya dikenal sebagai sopir angkutan kota (angkot). 

Namun kalangan kepolisian mengenal Ramlan alias kapten alias Porkas, sebagai seorang residivis, perampok sadis, dengan catatan kriminal yang lumayan panjang.

Bahkan Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan dirinya ketika masih menjabat sebagai Kasat Reskrim di Polda Metro Jaya, sempat menangkap Ramlan dan menangani kasus kriminalnya.

Para tetangga atau siapapun yang sempat mengenal Ramlan, mengenal Ramlan sebagai sosok yang baik dan ramah kepada siapa pun juga. Karenanya pula warga merasa terkejut atas kabar penangkapan Ramlan terkait pembunuhan di Pulomas.

"Dia sudah tahun tinggal di sini, dan warga mengenalnya sebagai orang yang terbuka dan baik kepada siapa saja," ujar Lurah Bojong Rawa Lumbu, Mahfud Saefuddin, seperti dikutip mediapribumi.com.
'
Namun akhirnya warga mengetahui bahwa Lelaki kelahiran Lubuk Pakam, Sumatera Utara itu sejatinya adalah pelaku kriminal sadistis, sedangkan sopir hanyalah profesi sambilan saja, atau bisa jadi hanyalah sebuah undercover. Terakhir diketahui Ramlan menjadi sopir Angkot K11 jurusan Bantar Gebang - Bekasi.

Catatan Kriminal

Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Teguh Nugroho mengatakan catatan kriminal Ramlan cukup panjang, dia menuturkan, Ramlan pernah melakukan perampokan di sebuah material di daerah Cimanggis. Beberapa waktu lalu Ramlan juga melakukan perampokan dan penyekapan di rumah warga negara asing di sebuah perumahan mewah di Cilangkap, Depok.

Ramlan juga pernah menyatroni rumah aktor era tahun 1980-an, Farouk Afero. Pada bulan Agustus 2015, ungkap Teguh Nugroho, Ramlan juga pernah merampok dan menyandera sejumlah anak di Perumahan Griya Telaga Permai, Depok.

Nampaknya menyekap, menyandera dan merampok adalah gaya "Sang Kapten".

Teguh menambahkan, Ramlan dalam operasinya selalu menggunakan senjata api organik dan juga golok, dan tidak segan melakukan kekerasan jika korbanya melawan.
"Dia tergolong perampok yang sadis," kata Teguh.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang juga pernah menangani aksi kejahatan Ramlan mengatakan, Ramlan adalah spesialis penjahat perampokan rumah mewah, dan biasanya beroperasi pada hari-hari libur. 

"Dia itu pemain lama. Kami biasa menyebut Ramlan dan komplotanya sebagai grup Korea Utara. Mereka biasanya mangkal di Pulogadung dan Bekasi," kata Tito ketika memberikan keterangan pers di Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia di Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa 27 Desember 2016.

.tn