08 January 2017, 02:28 WIB
Last Updated 2017-01-08T10:56:59Z
peristiwa

3 Bonek Tewas Tenggak Miras Oplosan, Batal Suport Persebaya

Advertisement
MEJAHIJAU.net, Subang - Tiga suporter Persebaya Surabaya atau biasa disebut Bonek meninggal dunia dalam perjalanan menuju Kota Bandung setelah sempat menjalani perawatan di Puskesmas Pagaden, Subang, Sabtu 7 Januari 2017.

Ketiga korban adalah, Brian Adam Firdaus (17), warga Jalan Brigjen Katamso No 3, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo; Rudi (23), warga Desa Pengkol, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo; Hasrul al Foka (22), warga Desa Sawutrataf, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo.

Ketiganya diduga meninggal karena menenggak minuman keras (miras) yang berkadar alkohol tinggi (70 persen) yang dioplos dengan minuman mengandung soda dan dicampur air kelapa. 

Ketiga korban bersama rombongan Bonek lainya, seluruhnya berjumlah 21 orang, sedianya akan menuju Kota Bandung mengikuti Kongres PSSI, dan kehadiran mereka disana untuk memberikan suport kepada tim kesayangan mereka yakni Persebaya.

Selain 3 korban meninggal dunia, ada 4 korban lainya yang juga ikut menenggak miras, dan masih menjalani perawatan di Puskesmas Pegaden.

Miras Campur Soda dan Air Kelapa

Keterangan diperoleh menyebutkan, rombongan Bonek ini berangkat dari Surabaya pada Rabu (4/1), dengan menumpang mobil lewat jalan Pantura secara estafet. Sesampainya di Subang, Jumat (6/1) rombongan dijemput seorang rekan mereka seorang "Viking" (suporter Persib Bandung) bernama, Singgih, dan menginap di rumah Singgih di kecamatan Compreng.

Di rumah singgih inilah rombongan membeli miras, dan meminumnya.

Keesokan harinya rombongan Bonek melanjutkan perjalanan ke Bandung dengan menumpang truk. Namun di dalam perjalanan, reaksi minuman mulai memberikan efek yang mematikan. Satu Bonek meninggal di atas truk, dan dua lainya meninggal tidak lama sampai di Puskesmas Pegaden.

Sementara korban kritis adalah Nazif (18), warga Desa Widoro, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo; Anton (18), warga Desa Widoro, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo; dan Adit (18), warga Desa Bungur Asih, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo; dan Wawan (22).

Akibat musibah ini, rombongan terpaksa membatalkan niatnya ke Kota Bandung, tetapi kembali ke Surabaya dengan bantuan transportasi dari Polres Subang.


.me