20 February 2018, 18:00 WIB
Last Updated 2018-02-20T11:00:29Z
ISU

Amin Rais Warning Pemerintah Agar Tidak Jumawa Tangkap Habib Rizieq

Advertisement
Hasil gambar untuk amien rais 212MEJAHIJAU.NET, Jakarta - Ketua Penasihat Persaudaraan Alumni 212 Amien Rais memperingatkan Pemerintah agar tidak jumawa dan meminta kepolisian tak bertindak sewenang-wenang menyikapi kabar kepulangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab ke Indonesia, Rabu, 21 Februari 2018, besok.

Mantan Ketua MPR ini mengatakan, umat Islam tak segan bertindak jika kepolisian berani menangkap Rizieq.

"Umat Islam tidak pernah cari gara-gara. Tetapi kalau Imam Besarnya diganggu, proses hukumnya dipelintir, saya peringatkan hati-hati. Negeri ini milik kita bersama, Jadi jangan macam-macam," kata Amin memberi peringatan kepada Pemerintah di gedung Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Jakarta, Selasa (20/2).

Menurut Amin, kasus dugaan konten pornografi yang dituduhkan pada Rizieq bukanlah kasus besar, dan tidak sebanding dengan prostitusi di tempat hiburan Alexis yang beberapa waktu lalu telah dicabut izin operasionalnya oleh pemerintah provinsi DKI Jakarta.

"Percakapan pornografi yang dituduhkan itu bukan satu per seribunya dengan prositusi ala Alexis," ucap Amien.

Seperti diketahui, saat ini Habib Rizieq tengah terjerat kasus dugaan konten pornografi berupa chat porno dengan seorang perempuan yang diduga Firza Husein. Rizieq sendiri yang telah membantah tuduhan itu, akhirnya pergi ke Arab Saudi sejak Mei 2017, karena ia merasa dikriminalisasi.

Hampir setahun berlalu Rizieq tak kunjung pulang ke Indonesia, dan rencananya akan mendarat di bandara Soekarno Hatta, besok.

"Ini langsung Pak Jokowi saya sampaikan hati-hati. Anda adalah lurah negeri ini, beritahu aparat keamanan jangan jumawa, jangan takabur karena kita juga pemilik sah negeri ini," ucap Amien. 

Menurut Amien, umat Islam selama ini telah bersikap sabar dengan melakukan aksi berjilid 411, 212, hingga 313 secara damai. 

Saya pesan rezim penguasa ini hati-hati, umat Islam tidak pernah mau cari gara-gara, tegas Amin.


.heri/me