15 February 2018, 16:41 WIB
Last Updated 2018-02-15T09:41:46Z
peristiwa

Pasangan Iman Barokah No urut 2 di Pilkada Kota Banjar 2018

Advertisement
Penetapan No urut paslon calon walikota dan wakil walikota Banjar periode 2018-2023, pasangan Hj Ade Uu Sukaesih dan Nana Suryana No urut 1, sedangkan pasangan H Maman dan Hj Irma Bastaman No urut 2. (Foto: Ist)
MEJAHIJAU.NET, Kota Banjar - Pasangan calon walikota dan wakil walikota Banjar periode 2018-2023 H. Maman (padud) dan Hj. Irma Bastaman (Iman Barokah) mendapatkan No urut 2 dalam pilkada Kota Banjar 2018. 

Sedangkan pesaingnya, Paslon Asih Saenyana, yakni Hj Ade Uu Sukaesih dan Nana Suryana, mendapat No urut 1.

Pengundian dan penetapan no urut paslon dilakukan dalam rapat pleno KPU Kota Banjar yang dipimpin langsung Ketua KPU Banjar, Danial Mukhlis, di Gedung Braha Banjar Indah (GBI), Selasa, 13 Februari 2018.

Acara tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Banjar, Kapolres Banjar, Kajari Banjar, Dandim 0613 Ciamis, Ketua dan anggota Panwaslu Kota Banjar, Tokoh Masyarakat dan tamu undangan lainnya.

Ketua KPU Kota Banjar Dani Danial Mukhlis dalam sambutanya menyatakan, bahwa Sidang Pleno ini acuannya adalah PKPU 3 tahun 2017 pasal 70.

"Sesuai dengan amanat PKPU No 3 tahun 2017 dalam pasal 70 kami harus melaksanakan Sidang Pleno Terbuka untuk pengundian dan penetapan nomor urut Pasangan calon walikota dan wakil walikota banjar 2018, dan maka dari itu hari ini kami melaksanakan sidang pleno pengundian dan penetapan nomor urut Pasangan Calon," ucapnya.

Danial menyatakan rasa syukurnya karena tahapan demi tahapan dapat terlaksana dengan baik, sukses dan lancar, tanpa halangan yang berarti.

KPU Kota Banjar, kata Danial,  sengaja mengemas pengundian no urut paslon dengan menggunakan tumpeng sebagai media pengundian.

“Kami sengaja menggunakan media tumpeng untuk mengedepankan spirit kultur, dan mengedepankan  Kebudayaan Sunda, KPU Kota Banjar mempunyai visi Budaya, maka dari itu KPU dalam setiap melaksanakan kegiatan mengedepankan unsur budaya, termasuk hari ini menggunakan media tumpeng tidak lain merupakan kultur Budaya Sunda,” tadasnya


.anggoro/me