15 January 2020, 23:11 WIB
Last Updated 2020-01-15T16:11:33Z
AKTIVIS

Walikota Sebut HMI Arogan

Advertisement
( Audiensi kedua Perwakilan Mahasiswa dengan Walikota Banjar )


MEJAHIJAU.NET, BANJAR - Usai gagal Audiensi dengan Walikota Banjar karena 
Walikota Banjar tidak hadir, Perwakilan Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI), alumni Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) serta Ikatan Mahasiswa PGMI Se-Indonesia (IMPI) Wilayah II Jawa Barat Banten dan DKI Jakarta kembali melakukan audensi dengan Walikota, Rabu (15/01/2020).


Dalam Audensi kedua yang digelar di Pendopo Kota Banjar, hadir Walikota Banjar Hj.Ade Uu Sukaesih,S.ip.,M.si, yang  di dampingi Sekda Kota Banjar Ade Setiana serta Plt BKPPD Kota Banjar H Kaswad.
Dalam audensi, Walikota Banjar menyebut arogan kepada perwakilan mahasiswa saat mendengar audiensi tidak dilaksanakan karena tidak mau di wakili oleh Wakil Walikota Banjar Nana Suryana di kantor Setda Kota Banjar.

"Kalian itu jangan arogan, harus punya etika, sopan santun jangan sampe berkata tidak mau di wakilkan, padahal itu wakil ibu", Tuturnya.

Selain itu Walikota juga mengatakan mahasiswa seakan memaksanya untuk tidak mengikuti aturan. Walikota juga menjelaskan bahwa Walikota akan tetap bekerja sesuai aturan.

"Itukan Aturan Menpan dan BKN jadi jangan menyuruh ibu untuk tidak bekerja sesuai aturan, kami memperjuangkan  tetapi kami akan terus ikuti aturan Menpan dan BKN", Ujarnya.

Sementara itu, Budi Nugraha kepala bidang PPD HMI cabang Banjar menanggapi tanggapan walikota bahwa Dirinya dan rekan-rekan justru memakai aturan dan menanyakan aturan.

" Kami arogan gimana bu, kami meminta audensi sesuai janji dengan ibu dan membahas tentang aturan dan kebijakan bu wali",Tandasnya.

Budi juga menegaskan bahwa ia beserta rekanan perwakilan mahasiswa tidak memaksa untuk pemerintah bekerja tidak sesuai aturan, akan tetapi Dirinya meminta kebijakan walikota untuk mengutarakan nasib mahasiswa lulusan PGMI  cabang Banjar kepada pemerintah pusat untuk bisa masuk seleksi saja dalam pendaftaran CPNS saat ini.

"Saya cuma meminta ibu pengambil kebijakan untuk mengutarakan kepada Menpan/BKN supaya lulusan PGMI pun bisa lolos dalam pendaftaran CPNS di Kota Banjar, dan untuk data yang tidak ada saat kami minta, saya ingin perwakilan pemerintah kota Banjar untuk menemui menpan/BKN bersamaan dengan perwakilan dari mahasiswa yang hadir pada audensi kali ini". (BM)