04 August 2023, 17:43 WIB
Last Updated 2023-08-04T10:46:12Z
AKTIVISHeadline

KKN STISIP BP Banjar inisiasi konsep pentahelix melalui digitalisasi UMKM Untuk Pengembangan wisata Kuliner Bulak sawah

Advertisement

 

Wakil Walikota Banjar H. Nana Suryana.S.Pd,. M.H Hadiri KKN STISIP Bina Putra Banjar


Banjar, Mejahijau.net - Mahasiswa STISIP BP Banjar laksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Di Desa Rejasari Kecamatan Langensari, Kota Banjar. Dalam kegiatan tersebut, Mahasiswa KKN kelompok 4 launching Program Go Digital UMKM bulak sawah.


Dalam Launching tersebut dihadiri Wakil Walikota Banjar, Kepala Dinas UMKM, Kepala Dinas Kominfo, Perangkat Desa Rejasari dan sejumlah UMKM Bulak Sawah.


"Kami menstimulasi penguatan dan peningkatkan UMKM di Rejasari Khusus nya di bulak sawah, untuk kemajuan UMKM dikota Banjar,"ungkap, Jatnika Aprilianto, Ketua KKN STSIP BP Banjar Kelompok 4.

Jatnika Aprilianto, Ketua KKN STSIP BP Banjar Kelompok 4


KKN kelompok 4 yang Beranggotakan 17 Mahasiswa  program studi Ilmu Pemerintahan dan Administrasi Bisnis tersebut, memberikan warna berbeda untuk memprakarsai program Go Digital, yaitu dengan memanfaatkan e-commerce dan media sosial, serta mengembangankan inovasi produk yang lebih menarik agar mampu menarik minat masyarakat untuk membeli produk dari desa Rejasari. Menurut Jatnika, Inovasi tersebut bertujuan untuk meramaikan bulak sawah dan merangsang pertumbuhan perekonomian di Kota Banjar, khusunya di wilayah Desa Rejasari. 


Menurutnya, Program Tersebut bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dikota Banjar melalui UMKM khususnya di desa Rejasari.


"Dalam program tersebut, ada Barcode yang disediakan di setiap Outlet/warung yang berada di bulak sawah. Barcode ini berisi informasi  warung, menu makanan, google maps, dan daftar harga,"jelasnya.


Usai Launching, Wakil Walikota Banjar, H. Nana Suryana mengapresiasi langkah Mahasiswa STSIP BP melalui programnya. Menurutnya, Inovasi Mahasiswa STISIP dalam membuat Aplikasi Marketing Digital untuk UMKM Bulak Sawah akan lebih mengoptimalkan dalam segi penjualan.


"Kita sedang menuju era digitalisasi, jadi produk produk yang ada di UMKM Bulak Sawah  mudah mudahan sudah bisa melalui marketing digital, sehingga tidak mengandalkan konsumen yang datang saja, namun bisa secara Proaktif menjual melalui aplikasi marketing digital,"jelasnya.


Diketahui, ada lebih dari 40 UMKM di Bulak sawah yang menjual beraneka Ragam masakan seperti berbagai olahan Tutut, Olahan Belut, gembus, lanting dan juga Pecel Banjur. ( AG/ WAN )