Tito Santiko
30 December 2025, 19:07 WIB
Last Updated 2025-12-30T12:07:24Z

Kapolres Banjar Imbau Warga Rayakan Tahun Baru 2026 dengan Sederhana, Tanpa Kembang Api, dan Penuh Empati

Advertisement

 


BANJAR , Mejahijau.Net – Menyambut pergantian tahun, Kapolres Banjar AKBP Tyas Puji Rahardi, S.I.K., secara resmi mengimbau seluruh masyarakat Kota Banjar untuk merayakan malam tahun baru 2026 secara sederhana, penuh makna, dan tanpa pesta kembang api maupun euforia berlebihan. Imbauan ini merupakan bentuk solidaritas terhadap saudara-saudara di sejumlah wilayah Indonesia yang sedang dilanda bencana.


“Di saat saudara-saudara kita sedang berduka akibat bencana, sudah sepantasnya kita menunjukkan kepedulian dan empati. Rayakan Tahun Baru dengan sederhana, tidak berlebihan, dan tanpa pesta kembang api,” tegas AKBP Tyas Puji Rahardi dalam konferensi persnya, Selasa (30/12/2025).


Kapolres secara khusus menyebut masyarakat di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara yang tengah berjuang menghadapi dampak bencana alam. Ia menegaskan bahwa momentum pergantian tahun sebaiknya warga manfaatkan sebagai waktu untuk refleksi diri, doa bersama, dan mempererat kebersamaan dalam lingkup keluarga.


Polres Banjar juga mengingatkan masyarakat untuk menghindari sejumlah aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban. Kapolres secara jelas menyebut larangan mengonsumsi minuman keras, melakukan konvoi kendaraan, serta menjauhi segala aktivitas yang dapat membahayakan keselamatan diri sendiri maupun orang lain.


“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif. Jadikan Tahun Baru 2026 sebagai momentum introspeksi, meningkatkan kepedulian sosial, dan memperkuat persaudaraan sesama anak bangsa,” tambahnya.


Untuk memastikan imbauan ini terlaksana dan menciptakan suasana aman, Polres Banjar bersama sejumlah unsur terkait akan meningkatkan pengamanan. Mereka akan mengerahkan personel untuk melakukan patroli intensif dan penjagaan ketat di sejumlah titik yang dinilai rawan selama malam pergantian tahun.


Kebijakan ini mendapat apresiasi dari sejumlah kalangan masyarakat yang menilai langkah tersebut tidak hanya bijaksana tetapi juga edukatif. Dengan mengedepankan empati di atas euforia, perayaan tahun baru diharapkan dapat lebih bermakna.


Dukungan serta kesadaran penuh dari seluruh warga Kota Banjar menjadi kunci utama. Harapannya, perayaan Tahun Baru 2026 dapat berlangsung dengan tertib, damai, dan menebar nilai-nilai kemanusiaan di tengah suasana duka yang melanda sebagian wilayah tanah air.(***)