Advertisement
BANJAR , Mejahijau.Net -– Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Banjar menegaskan komitmennya dalam membina kemandirian warga binaan. Salah satu caranya adalah melalui kegiatan produktif di bidang pertanian dan perikanan. Komitmen ini mereka wujudkan dengan mengikuti Panen Raya Serentak seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Indonesia, Kamis (15/1).
Kepala Lapas Banjar, Tutut Prasetyo, yang diwakili oleh Kepala Seksi Pembinaan Narapidana (Kasibinadik), beserta jajaran, mengikuti acara secara virtual dari area pertanian dan perikanan di lingkungan lapas. Kegiatan ini terpusat di Lapas Kelas I Cirebon dan dipantau langsung oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia. Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Banjar juga hadir memberikan dukungan.
Panen raya ini bukan sekadar seremonial. Kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari mandat Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan serta Peraturan Pemerintah tentang Pembinaan Warga Binaan. Program ini juga selaras dengan salah satu dari 15 Program Aksi Kemenkumham 2026, yaitu menciptakan kemandirian pangan dengan memanfaatkan lahan tidur di lapas dan rutan.
“Melalui program ini, kami memberikan pembekalan keterampilan pertanian yang konkret sebagai bekal hidup mandiri setelah mereka kembali ke masyarakat,” jelas perwakilan Lapas Banjar.
Kegiatan ini mendapatkan dukungan penuh dari berbagai elemen. Hadir dalam acara tersebut perwakilan dari Kodim 0613/Ciamis, Polres Kota Banjar, Kejaksaan Negeri Banjar, dan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (Distan) Kota Banjar. Kehadiran lintas sektor ini memperkuat kolaborasi dalam pemberdayaan warga binaan.
Yang patut diapresiasi, panen raya ini memiliki dimensi sosial yang dalam. Lapas Banjar tidak menyimpan seluruh hasil panen untuk konsumsi internal. Sebagian hasil bumi mereka sumbangkan kepada masyarakat yang terdampak bencana alam di berbagai daerah di Indonesia.
“Ini adalah bagian dari pembinaan karakter. Kami ingin menumbuhkan rasa empati, kepedulian sosial, dan tanggung jawab sebagai bagian dari masyarakat,” tambahnya.
Dengan pendekatan ini, Lapas Banjar berupaya mengubah paradigma lembaga pemasyarakatan dari tempat penghukuman menjadi pusat pembinaan. Mereka fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia warga binaan. Tujuannya jelas: mendukung reintegrasi sosial yang mulus dan mewujudkan sistem pemasyarakatan yang benar-benar humanis, produktif, dan memberdayakan.(***)


