Tito Santiko
12 February 2026, 09:08 WIB
Last Updated 2026-02-12T02:10:17Z

Jalan Berlubang di Dusun Parung Hancurkan Tahu Sebelum Sempat Dijual

Advertisement

 


Banjar, Mejahijau.Net – Warga Dusun Parung, Desa Balokang, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, Jawa Barat, mengeluhkan kondisi jalan rusak parah yang tak kunjung diperbaiki. Jalan berstatus kota ini kini dipenuhi lubang-lubang dalam dan aspal yang terkelupas di berbagai titik, sehingga menyulitkan mobilitas warga dan pelaku usaha setempat.


Kondisi infrastruktur ini sudah berlangsung lama. Namun, hingga kini, belum ada tanda-tanda perbaikan dari pihak berwenang. Padahal, warga sangat bergantung pada akses jalan tersebut untuk menjalankan aktivitas sehari-hari, terutama karena Dusun Parung dikenal sebagai sentra industri tahu rumahan.


Seorang warga yang enggan disebut namanya menuturkan kepada Mejahijau.Net , Kamis (12/2/2026), bahwa jalan yang rusak parah ini membuat banyak aktivitas warga terganggu.


“Kendaraan harus melambatkan laju. Kadang kalau hujan, lubangnya tertutup air, bahaya banget buat pengendara motor. ujarnya.


Dampak paling terasa dialami para perajin tahu. Salah satu pengusaha tahu di dusun tersebut mengaku merugi hampir setiap hari. Ia menjelaskan, getaran kendaraan saat melewati jalan berlubang menyebabkan tahu yang baru dicetak hancur sebelum sampai ke tangan pembeli.


“Tahu ini kan mudah rusak. Sudah hati-hati bawa motor, tetap saja kena getaran jalan jelek. Setiap hari ada saja yang pecah atau penyok, akhirnya nggak laku dijual,” katanya dengan nada kesal.


Ia memperkirakan, kerugian yang dialami bisa mencapai puluhan hingga ratusan ribu rupiah per hari, tergantung volume produksi. Di tengah harga bahan baku kedelai yang masih tinggi, kondisi ini makin memukul usaha kecil di wilayah tersebut.


Warga berharap Pemerintah Kota Banjar segera turun tangan. Mereka tak hanya meminta tambalan sementara, melainkan perbaikan menyeluruh mengingat jalur ini merupakan akses utama bagi warga dan distribusi barang.


“Kami bukan tidak pernah melapor. Tapi entah kenapa, sampai sekarang belum ada tindak lanjut,” tambah warga tadi.


Hingga berita ini diturunkan, Mejahijau.Net masih berupaya mengonfirmasi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjar terkait rencana perbaikan jalan di lokasi tersebut.


Warga berharap, suara mereka tidak lagi hanya menjadi keluhan yang menggema di jalan berlubang, tetapi direspons dengan tindakan nyata. Sebab, bagi mereka, jalan yang mulus bukan sekadar fasilitas, melainkan urat nadi ekonomi yang menentukan hidup mati usaha dan kenyamanan hidup sehari-hari.(***)